Renungan Kitab 1 Korintus

Perenungan 1 Korintus 5 – Sedikit Ragi

Renungan hari ini agak panjang, sediakan waktu lebih panjang untuk membacanya.

Pasal ini berbicara tentang dosa serius di jemaat Korintus.

“Di antara kejahatan yang lebih serius yang telah berkembang di antara orang-orang percaya di Korintus, adalah kembalinya mereka kepada banyak kebiasaan keji dari kekafiran. Seorang yang sebelumnya bertobat telah begitu mundur sehingga perilaku cabulnya bahkan melanggar standar moral rendah yang dianut oleh dunia kafir.”

The Acts of the Apostles 303.2

Tak heran Rasul Paulus memohon kepada jemaat untuk menjauhkan “orang jahat itu” dari antara mereka. Selain dosa yang mereka perbuat, yang lebih menyedihkan lagi adalah sikap jemaat yang tidak berdukacita akan dosa tersebut (baca 1 Korintus 5:2).

Rasul Paulus menasihati mereka, “Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi….” (1 Korintus 5:6-7)

Apa artinya “sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?”

Ragi adalah bahan kecil yang dicampurkan ke dalam adonan. Walaupun jumlahnya sedikit, ragi bekerja menyebar dan memengaruhi seluruh adonan sampai semuanya mengembang.

Jadi, Paulus memakai gambaran ini untuk menjelaskan bahwa: dosa yang dibiarkan akan memengaruhi dan merusak seluruh kehidupan atau komunitas.

Di dalam jemaat, perilaku satu orang bisa memengaruhi suasana rohani seluruh gereja.

“Pemuda Kristen yang cenderung mudah dipengaruhi oleh pergaulan yang tidak rohani seharusnya memiliki teman yang akan menguatkan keputusan yang baik dan kecenderungan religius mereka. Seorang pemuda yang berwatak baik, cenderung religius, bahkan seorang yang mengaku beragama, dapat kehilangan kesan-kesan rohaninya karena bergaul dengan seseorang yang berbicara ringan tentang perkara-perkara suci dan keagamaan, bahkan mungkin mengejeknya, serta tidak memiliki rasa hormat dan hati nurani.”

Fundamentals of Christian Education 55.1

“Sedikit ragi dapat mengkhamirkan seluruh adonan. Ada yang lemah dalam iman; tetapi jika ditempatkan bersama teman sekamar yang tepat, yang pengaruhnya kuat dalam kebenaran, mereka dapat diarahkan ke jalan yang benar, memperoleh pengalaman rohani yang berharga, dan berhasil dalam pembentukan karakter Kristen.”

Fundamentals of Christian Education 55.1

Jadi, marilah kita memilih sahabat yang membawa kita lebih dekat kepada Tuhan, bukan yang menjauhkan kita dari Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

6 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago