Renungan Kitab 2 Raja-Raja

Perenungan 2 Raja-raja 13 – Hingga Akhir Hidup Elisa

Raja Yoas dicatatkan di pasal ini sebagai seorang yang tidak takut akan Tuhan (ayat 2), “… tetapi mempunyai sedikit rasa hormat kepada Allah …” (Prophets and Kings 261.1)

Itulah sebabnya, ia masih datang dan meminta nasihat kepada nabi Elisa (ayat 14). Tetapi, fokus kita hari ini bukan kepada Raja Yoas, tetapi Elisa. Ketika kita membaca kisah lengkapnya di pasal ini, maka kita bisa melihat bagaimana luar biasanya Elisa kepada Raja yang tidak takut akan Tuhan. Bagaimana sikap Elisa? Mari baca tulisan pena inspirasi mengenai hal ini.

“Kepada banyak jiwa yang memerlukan pertolongan ketika ditimpa kesusahan, nabi itu telah berlaku sebagai seorang bapa yang berkasihan dengan bijaksana. Dan sebagai contoh di sini ia tidak memalingkan mukanya terhadap orang muda yang tidak beribadah yang ada di depan matanya, yang sangat tidak layak untuk diberi kepercayaan menduduki jabatan yang ditempatinya, tetapi sesungguhnya ia sangat membutuhkan nasihat.”

Prophets and Kings 261.2

Di detik-detik Nabi Elisa menunggu kematiannya, dia tetap membantu Raja Yoas yang sedang mengalami kesusahan. Itulah sebabnya Elisa dikatakan sebagai nabi yang berlaku sebagai seorang bapa yang berkasihan dengan bijaksana.

Selain itu, pena inspirasi juga mencatat mengenai nabi Elisa sebagai seorang yang dipenuhi dengan roh yang sama seperti Elia. Mari kita baca kutipan di bawah ini.

“Ia [Elisa] dipenuhi dengan roh yang sama seperti Elia, telah membuktikan kesetiaannya hingga akhir. Tidak pernah ia menyimpang. Tidak pernah ia kehilangan kepercayaan terhadap kekuatan Yang Mahakuasa. Bilamana jalan yang terbentang di hadapannya buntu sama sekali, ia selalu maju terus oleh iman, maka Allah menghormati keyakinannya lalu membukakan jalan baginya.”

Prophets and Kings 263.2

“Selama hidupnya ia telah menjalankan iman yang teguh, dan sebagaimana ia telah maju dengan pengetahuan akan pemeliharaan Allah serta dengan rahmat dan anugerah-Nya, imannya telah dimatangkan supaya tetap bersandar pada Allah, maka tatkala maut memanggilnya ia telah siap untuk berhenti dari pekerjaan-pekerjaannya.”

Prophets and Kings 263.3

Nabi Elisa digambarkan sebagai orang yang setia sampai akhir. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga akan mempertahankan iman kita sampai akhir?

Semoga kita selalu setia memelihara iman kita sampai garis akhir. Biarlah pada akhirnya kita bisa berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7)

Marilah kita setia sampai akhir. Dan lagu tema kita tahun ini juga menggambarkan hal tersebut. Lagu berjudul “Setialah, Saudara” yang bisa kita dengarkan di:

Kiranya renungan dan lagu ini boleh menguatkan kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 4 (Bagian 2) – Iman Sebelum Tanda

Jika pada bagian sebelumnya kita melihat bahwa Abraham dibenarkan karena iman, sekarang Paulus melanjutkan dengan…

4 hours ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 1) – Abraham Dibenarkan karena Iman

Setelah dalam Roma 3 Paulus menjelaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena melakukan…

1 day ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

2 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 7) – Iman yang Meneguhkan Hukum

Setelah menjelaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena melakukan hukum Taurat, Paulus menutup…

2 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 6) – Tidak Ada Alasan untuk Bermegah

Setelah menjelaskan bahwa manusia dibenarkan melalui iman dan bukan karena melakukan hukum Taurat, Paulus mengajukan…

3 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 5) – Salib: Keadilan dan Kasih Allah

Setelah menjelaskan bahwa semua orang telah berdosa dan hanya dapat dibenarkan oleh kasih karunia, Paulus…

4 days ago