Renungan Kitab 1 Korintus

Perenungan 1 Korintus 3 – Fondasi dan Bangunan

Jemaat di Korintus sedang terpecah-belah. Mereka membanggakan tokoh rohani mereka dan berkata bahwa mereka adalah golongan “Paulus” dan ada yang mengatakan bahwa mereka adalah golongan “Apolos”. Namun Paulus menegaskan sesuatu yang sangat mendasar: dasar iman bukanlah manusia, melainkan Yesus Kristus.

Dalam sebuah bangunan, yang paling penting bukanlah hiasannya, tetapi fondasinya. Rumah bisa tampak indah dari luar, tetapi bila dasarnya rapuh, ia akan runtuh saat badai datang.

Fondasi sudah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Tetapi setelah fondasi itu ada, muncul pertanyaan yang tidak kalah penting: bagaimana kita membangun di atasnya?

“Setelah fondasi diletakkan dengan kokoh, kita membutuhkan hikmat agar kita tahu bagaimana membangunnya. Ketika Musa hendak mendirikan Kemah Suci di padang gurun, ia diperingatkan, ‘Ingatlah, … “bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.”’ Ibrani 8:5. Dalam hukum-Nya, Allah telah memberi kita pola tersebut. Pembentukan karakter kita haruslah sesuai dengan ‘contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.’ Hukum adalah standar kebenaran yang agung. Hukum itu menyatakan karakter Allah, dan menjadi ujian kesetiaan kita kepada pemerintahan-Nya. Dan hukum itu dinyatakan kepada kita, dalam segala keindahan dan keunggulannya, dalam kehidupan Kristus. . . .”

Counsels to Parents, Teachers, and Students 62.1

Fondasi kita adalah Yesus Kristus. Tetapi membangun di atas fondasi itu tidak boleh sembarangan. Allah telah memberikan pola, yaitu hukum-Nya, sebagai standar pembentukan karakter. Dan standar itu tidak hanya tertulis dalam loh batu, tetapi terlihat sempurna dalam kehidupan Kristus.

Jadikan hukum Tuhan sebagai pedoman hidup dan teladani kehidupan Kristus dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan kita sehari-hari.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 3) – Waspada terhadap Ajaran yang Menyesatkan

Setelah menjelaskan karakter yang harus dimiliki oleh seorang penatua, Paulus segera mengungkapkan alasannya. Jemaat di…

20 minutes ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

1 day ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

5 days ago