Renungan Kitab 2 Korintus

Perenungan 2 Korintus 11 (Bagian 1) – Waspadalah!

Paulus dapat melihat kejahatan masuk ke dalam gereja dan ia rindu agar jemaat tetap setia dan murni dalam hubungan mereka dengan Kristus. Namun ia juga menyampaikan kekhawatiran yang serius:

Mengenai kisah Hawa yang diperdaya dengan kecerdikan ular, silakan baca kisah lengkapnya di Kejadian 3.

Peringatan Paulus ini bukanlah hal baru. Sejak awal, cara kerja penyesatan selalu sama, yaitu halus, masuk melalui pikiran, dan dibungkus dengan sesuatu yang tampak baik dan menguntungkan. Inilah yang juga dialami oleh Hawa di Taman Eden, dan prinsip yang sama masih terjadi sampai hari ini.

“Setan meyakinkan pasangan kudus [Adam dan Hawa] itu bahwa mereka akan diuntungkan dengan melanggar hukum Allah. Bukankah kita saat ini mendengar penalaran serupa? Banyak yang berbicara tentang sempitnya pandangan orang-orang yang menaati perintah Allah, mengaku memiliki pemikiran yang lebih luas dan menikmati kebebasan yang lebih besar. Apa ini selain gema dari suara dari Eden, ‘Pada hari kamu memakannya’ —melanggar perintah ilahi— ‘kamu akan menjadi seperti Allah’? Setan mengklaim telah menerima kebaikan besar dengan memakan buah terlarang, tetapi ia tidak membiarkan terlihat bahwa dengan pelanggaran ia telah menjadi orang buangan dari surga. Meskipun ia telah menemukan bahwa dosa mengakibatkan kerugian yang tak terhingga, ia menyembunyikan penderitaannya sendiri untuk menarik orang lain ke posisi yang sama. Demikian pula sekarang, pelanggar itu berusaha menyamarkan tabiatnya yang sebenarnya; ia mungkin mengaku kudus; tetapi pengakuan tingginya itu hanya membuatnya semakin berbahaya sebagai penipu. Ia berada di pihak Iblis, menginjak-injak hukum Allah, dan menuntun orang lain melakukan hal yang sama, menuju kebinasaan kekal mereka.”

Patriarchs and Prophets 55.1

Hari ini kita diingatkan untuk lebih waspada. Jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang sama—mendengarkan suara yang tampaknya benar, tetapi sebenarnya menjauhkan kita dari Tuhan. Peganglah firman-Nya dengan setia, karena hanya di dalam kebenaran kita dapat tetap teguh dan tidak disesatkan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 8) – Menghasilkan Buah

“Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang,…

21 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 7) – Pengudusan

“... Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan ...…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 6) – Merdeka untuk Taat

“Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya,…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 5) – Jangan Biarkan Dosa Berkuasa

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 4) – Hidup bagi Allah dalam Kristus

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan…

5 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang…

6 days ago