“Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan yang tulus kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh kecerdikan ular itu.”
2 Korintus 11:3
Kemarin kita sudah melihat bagaimana Setan memperdayai Hawa. Hari ini kita akan melihat lebih dalam: mengapa Hawa bisa jatuh ke dalam dosa?
Apakah semata-mata karena tipu daya Setan? Atau ada sesuatu yang lebih mendasar yang terjadi di dalam dirinya?
“Hawa benar-benar mempercayai perkataan Setan, tetapi kepercayaannya tidak menyelamatkannya dari hukuman dosa. Ia tidak mempercayai firman Tuhan, dan inilah yang menyebabkan kejatuhannya. Pada penghakiman, manusia tidak akan dihukum karena mereka dengan sadar mempercayai kebohongan, tetapi karena mereka tidak mempercayai kebenaran, karena mereka mengabaikan kesempatan untuk mempelajari apa yang benar.”
Patriarchs and Prophets 55.2
Di sinilah letak persoalannya. Kejatuhan tidak dimulai dari ketidaktahuan, tetapi dari ketidakpercayaan kepada firman Tuhan. Hawa memilih mempercayai suara lain daripada apa yang Tuhan sudah katakan dengan jelas.
Hal yang sama bisa terjadi dalam hidup kita hari ini. Kita mungkin mendengar firman Tuhan, tetapi apakah kita sungguh mempercayainya? Atau kita lebih mudah percaya pada logika sendiri, perasaan, atau suara dari luar yang tampaknya masuk akal?
Karena itu, mari kita belajar dari kesalahan Hawa. Jangan hanya mengetahui kebenaran, tetapi percayai dan peganglah dengan setia. Ujilah setiap pikiran, setiap ajaran, dan setiap suara dengan firman Tuhan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin