Renungan

Pohon yang Sedikit Aneh

Apakah kamu pernah tahu pohon yang buahnya muncul duluan sebelum daunnya? Mungkin ini terlihat aneh, tetapi pohon itu dicatat di Alkitab. Pohon apakah itu?

“Pohon ara adalah tanaman yang sedikit aneh karena buahnya muncul duluan sebelum daunnya, ketika Yesus mendaki menuju ke Yerusalem, Dia menjadi lapar. Dia melihat pohon ara yang lebat daunnya. Waktu itu bukanlah musimnya pohon ara berbuah, namun banyaknya daun ara seringkali menunjukkan bahwa pohon itu punya banyak buah. Yesus menemukan bahwa tidak ada buah ara sama sekali di pohon itu, karena itu Dia mengutuknya. Tidak berapa lama murid-murid-Nya mendapati bahwa pohon itu telah mati. Apakah Yesus murka kepada pohon itu? Tidak. Pohon ara yang tidak berbuah mewakili peringatan kepada orang yang mencoba terlihat suci seolah-olah memiliki buah yang baik dalam tindakan mereka, namun mereka hanya, mempertontonkan perbuatan mereka kepada orang lain. Allah ingin kita tetap murni dan benar!”

Cornerstone Connection Triwulan 4, 2019 hlm. 9

Perhatikan motif kita. Jangan sampai kita hanya ingin “terlihat baik, benar, dan suci” tetapi sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin tidak dilihat oleh orang lain, kita berbuat dosa. Saat kita berlaku demikian, kita sama saja seperti orang munafik.

Yesus sendiri berkata, “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” (Matius 6:5)

Yesus juga berkata, “Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” (Matius 15:7-9)

“Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.”

Matius 23:28

Marilah kita menjadi benar bukan hanya di hadapan manusia, tetapi berlakulah benar di hadapan Tuhan. “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.” (1 Petrus 2:1)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 19 (Bagian 1) – Kuasa yang Mengubahkan Hidup

Ketika tiba di Efesus, Paulus bertemu dengan beberapa murid dan mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik:…

20 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 4) – Hati yang Mau Diajar

Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

6 days ago