Renungan

Pengenal Karaktermu Part 20 – Pelatihan Lidah

Berbohong, bercanda, menggosip adalah beberapa contoh perkataan yang tidak seharusnya keluar dari lidah kita, termasuk menghina orang lain yang terkadang kita sering anggap juga bercandaan karena “Tuhan akan membuat kita bertanggung jawab atas satu kata saja yang kita ucapkan yang menghina satu orang yang untuknya Kristus mengorbankan hidup-Nya.” (Thoughts From the Mount of Blessing 56.3)

Jika malaikat mencatat semua perkataan kita, entah yang baik atau yang jahat, apa yang harus saya lakukan atau katakan?

Di dalam percakapan kita dengan teman-teman, biarlah rencana keselamatan dijadikan tema di dalam percakapan kita dan yang harus kita lakukan adalah melatih lidah kita.

“Pelatihan lidah harus dimulai dari diri sendiri secara pribadi. Mari kita berhenti membicarakan kejahatan orang lain.”

Reflecting Christ 283.2

Apakah kita sudah dapat menguasai lidah kita?

Yakobus berkata, “Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan. Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.” (Yakobus 3:7-9)

Lalu siapa yang berkuasa menjinakkan lidah? Bukankah kita harus melatih lidah kita sendiri?

Ya! Kita harus melatih lidah kita, tetapi ingatlah untuk selalu meminta bantuan dari-Nya, kita harus tinggal di dalam Dia dan Dia tinggal di dalam kita karena Ia berkata, “… sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5)

Jadi itulah pentingnya mengendalikan diri dalam segala hal, termasuk perkataan kita karena di dalam buah roh juga terdapat “…penguasaan diri…” (Galatia 5:23)

Biarlah seri perkataan ini boleh memberkati kita semua untuk bisa lebih berhati-hati dalam berkata-kata.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 3) – Jalan Masuk kepada Kasih Karunia

Setelah menjelaskan bahwa kita memiliki damai dengan Allah melalui Yesus Kristus, Paulus melanjutkan dalam Roma…

15 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 2) – Damai dengan Allah

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kita dibenarkan karena iman. Sekarang Paulus melanjutkan dengan menunjukkan…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 1) – Dibenarkan karena Iman

Setelah menjelaskan tentang iman Abraham dalam Roma 4, Paulus melanjutkan dengan sebuah kesimpulan penting dalam…

3 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

4 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 5) – Iman yang Diperhitungkan sebagai Kebenaran

Pengalaman Abraham bukan hanya untuk dikenang sebagai kisah masa lalu. Apa yang terjadi pada Abraham…

5 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 4) – Beriman Ketika Tidak Ada Harapan

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa janji Allah diterima melalui iman. Sekarang Paulus menunjukkan seperti…

6 days ago