Renungan

Mengapa Hewan Dikorbankan?

Melanjutkan pertanyaan kemarin, jika Tuhan ingin kita mengasihi semua ciptaan-Nya, termasuk hewan, mengapa Tuhan memberikan perintah untuk mengorbankan hewan di perjanjian lama?

Tahukah Anda bahwa yang pertama kali mengorbankan hewan adalah Tuhan sendiri. Kisah ini terdapat di dalam Kejadian 3:21 setelah manusia jatuh ke dalam dosa. “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.”

Kita akan mempelajari beberapa alasan mengapa Tuhan mengijinkan hal itu terjadi.

1. Upah dosa adalah maut (Roma 6:23) tetapi Tuhan memberikan jalan keluar sehingga manusia tidak harus mati kekal. Jalan keluar itu dilambangkan oleh hewan yang tak berdosa, yang tak bercacat cela yang harus mati yang pada nantinya akan digenapi oleh Anak Domba Paskah kita … Kristus yang mati di kayu salib (1 Korintus 5:7). Sejak saat itulah pengorbanan menggunakan hewan sudah tidak dilakukan lagi karena yang asli telah datang dan menggenapinya.

Kadang kita berpikir, kejam juga ya harus membunuh binatang dengan tangan sendiri, melihat darah yang bercucuran di depan mata kita sendiri. Tetapi itulah konsekuensi dari dosa. Upah dosa sudah ditanggung oleh Tuhan sendiri, tetapi jangan lupa bahwa akibat dosa masih tetap harus kita tanggung. Untuk itulah kita diingatkan akan kejamnya dosa, karena itu “jangan berbuat dosa lagi!” (1 Korintus 15:34)

2. Selain itu, setelah dosa masuk ke dalam dunia, banyak sekali hal yang berubah, termasuk terjadinya empat musim. Adam dan Hawa tidak lagi tinggal di taman Eden (Kejadian 3:24).

“Dalam kerendahan hati dan kesedihan yang tak terkatakan, mereka berpisah dengan rumah mereka yang indah dan pergi keluar untuk tinggal di bumi, di mana ada kutuk dari dosa itu. Suasana yang awalnya sangat lembut dan memiliki satu suhu, sekarang terjadi perubahan, dan dengan rahmat-Nya Tuhan menyediakan mereka pakaian dari kulit binatang sebagai sebuah perlindungan dari panas dan dingin yang ekstrim.”

Patriarchs and Prophets 61.5

Pemberian Tuhan kepada manusia itu sangat sempurna. Dari dua poin di atas kita belajar bahwa Tuhan tidak hanya memberikan kebutuhan fisik, tetapi kebutuhan mental dan rohani diberikan-Nya. Selain itu, hari ini kita juga diingatkan untuk selalu memohon pertolongan Tuhan supaya kita berhenti berbuat dosa dan dengan demikian kita menghargai pengorbanan-Nya di kayu salib.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 2) – Hikmat di Tengah Tekanan

Setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, Paulus mendapati dirinya berada di tengah situasi yang sangat sulit.…

15 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 1) – Hati Nurani yang Bersih

Setelah ditangkap di Yerusalem, Paulus akhirnya dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi untuk memberikan pembelaan atas…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 6) – Menggunakan Hak dengan Bijaksana

Setelah orang banyak menolak kesaksian Paulus, kepala pasukan Romawi memerintahkan agar Paulus diperiksa dengan cambuk…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 5) – Tetap Setia Meski Ditolak

Ketika Paulus menceritakan bagaimana Tuhan memanggil dan mengutusnya kepada bangsa-bangsa lain, reaksi orang banyak berubah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 4) – Pergilah, Aku Akan Mengutus Engkau

Dalam kesaksiannya kepada orang banyak di Yerusalem, Paulus tidak hanya menceritakan pertobatannya di jalan menuju…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 3) – Sesuai Kehendak Tuhan

Masih melanjutkan pembahasan kemarin mengenai pertemuan Saulus [sebelum berubah nama menjadi Paulus] dan Ananias, apa…

6 days ago