Renungan

Lihatlah Alam Ciptaan-Nya – Part 3

Hari ini kita akan belajar dari salah satu kekayaan bumi, yaitu hutan. Hutan memiliki kemampuan untuk mengatur sistem air, mencegah erosi dan banjir, dan mempertahankan kesuburan tanah. Kemampuan ini tidak dapat dipisahkan dari eksistensi jutaan bahkan miliaran pohon di area hutan. Pohon hanya menyimpan air untuk kebutuhannya sendiri, dan tanah menyelamatkan air.

Miliaran pohon dengan daun-daun yang sangat lebar akan menahan hujan. Di dalam posisi ini, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, tetapi akan jatuh perlahan melalui daun-daun dan mengalir melalui batang pohon. Lalu permukaan tanah yang dipenuhi dengan batang pohon itu akan menghasilkan cukup banyak sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan organik dalam bentuk daun dan ranting-ranting kecil yang kering.

Sampah ini menghalangi air yang jatuh dari daun yang lebar itu sehingga tidak langsung jatuh ke tanah. Sampah ini juga berfungsi sebagai tempat tinggal dari jutaan organisme seperti cacing. Organisme ini melubangi tanah untuk rumah mereka. Perilaku organisme ini mengakibatkan permukaan tanah menjadi longgar dan berpori. Ketika air hujan jatuh dari daun ke atas sampah, air itu mengalir secara perlahan di atas permukaan tanah. Lapisan tanah bagian atas yang longgar dan berpori itu akan menyerap air dan akan disimpan di dalam akuifer, yaitu sungai bawah tanah.

Permukaan tanah di dalam hutan memiliki kemampuan yang besar untuk menyerap air hujan. Sebagai hasilnya, sebagian besar air hujan meresap ke dalam air; hanya sedikit yang menjadi air yang mengalir. Air yang mengalir adalah air yang tidak dapat diserap oleh permukaan tanah. Air ini akan turun ke area yang lebih rendah. Jika aliran air ini melebihi kapasitas sungai, itu pasti akan menyebabkan banjir. Sebagian besar air hujan yang jatuh ke area hutan akan diserap oleh tanah dan disimpan di dalam akuifer.

Lebih lanjut, air yang disimpan di dalam akuifer akan keluar secara rutin melalui mata air. Dari mata air ini, air mengalir melalui sungai yang sebagian besar ditemui di area hutan. Sebagai tambahan, ada juga sungai bawah tanah yang keluar sebagai mata air di sumur-sumur perumahan.

Marilah kita merenung sejenak. Jika Tuhan begitu sempurna di dalam menciptakan dan mengatur hutan, bukankah Tuhan juga menciptakan kita dengan lebih luar biasa lagi? Tidak ada kata-kata lain selain pujian kepada Tuhan yang menciptakan hutan dengan segala rinciannya dengan begitu luar biasa.

Oleh karena itu, percayalah bahwa rancangan Tuhan adalah “… rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 19 (Bagian 1) – Kuasa yang Mengubahkan Hidup

Ketika tiba di Efesus, Paulus bertemu dengan beberapa murid dan mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik:…

24 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 4) – Hati yang Mau Diajar

Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

6 days ago