Renungan

Lihatlah Alam Ciptaan-Nya – Part 4

Dapatkah Anda menebak binatang apa yang akan kita bahas hari ini? Ini adalah seekor ikan raksasa yang mengkonsumsi 1-2 ton makanan per hari tetapi tidak memiliki gigi, hidup di air tetapi bernafas udara, dan merupakan binatang yang terbesar tetapi terancam punah. Saat dikandung, besarnya lebih kecil dari ujung jarum, tetapi sebelas bulan kemudian beratnya lebih dari 2 ton dan panjangnya sekitar 7.3 meter!

Itu adalah blue whales! Untuk 8 bulan pertama, mereka akan makan dari yang disediakan ibunya. Air susunya sangat kaya nutrisi sehingga bayi ikan paus biru itu dapat naik hingga 4 kg dalam satu jam. Setelah itu, mereka akan tumbuh sepanjang 15 meter.

Seekor ikan paus biru tidak dianggap bertumbuh maksimal sampai mereka berumur 10 tahun, ketika jantungnya menjadi sebesar mobil kecil dan pembuluh darahnya cukup besar untuk seorang bayi merangkak di dalamnya. Panjang rata-ratanya sekitar 22-27 meter dan beratnya dapat mencapai hingga 170 ton (170.000 kg)! Ikan paus biru yang terbesar yang pernah ditimbang mencapai 209 ton (209.000 kg), seberat 27 gajah. Ikan paus biru yang terpanjang yang pernah diukur mencapai lebih dari 33.5 meter, kira-kira sepanjang 7 minivan.

Para ilmuwan percaya bahwa jumlah ikan paus biru yang hidup sekarang telah menurun dari 200.000 ekor sebelum terjadi pemburuan paus kepada 10.000 ekor saja.

Namun, satu hal yang menarik, walaupun ikan paus biru ini adalah binatang terbesar, mereka dapat merasakan bahaya. Jika ada bahaya datang, mereka membuat 4-not panggilan unik untuk memberikan sinyal kepada paus-paus yang lain. Panggilan ini adalah panggilan ternyaring yang dibuat oleh makhluk hidup (lebih dari 150 desibel) dan dapat didengar hingga ratusan kilometer sepanjang samudra.

Teman-teman semua, secara pribadi, saat saya menulis renungan ini, saya membayangkan betapa luar biasanya Tuhan itu. Hati saya gemetar melihat Allah kita yang begitu luar biasa dalam menciptakan ikan paus ini. Benar-benar ikan ini telah menceritakan akan luar biasanya Tuhan kita. Tidak ada kata-kata yang dapat saya lukiskan untuk menunjukkan betapa hebatnya Tuhan. Namun, walaupun tidak ada kata-kata indah, kiranya renungan hari ini dapat memberi inspirasi dan mengingatkan betapa kecilnya kita dan betapa besar dan agungnya Tuhan kita (Yohanes 3:30). Hanya Ia yang patut dipuji dan dimuliakan! (Mazmur 150:6)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 6) – Kesabaran dan Kemurahan Allah

“Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda…

18 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 5) – Siapakah Kita untuk Membantah Allah?

“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

4 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

5 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

6 days ago