Renungan

Klaim Janji Tuhan

Bacaan Persembahan dan Perpuluhan Pekan 45

5 November 2022

Ada sebuah kejadian dalam kehidupan Fred Stirewalt, seorang petani dari Hollister, California, yang menunjukkan nilai ketaatan dalam menuntut janji-janji Tuhan.

Suatu sore Fred mengamati bahwa sekumpulan kumbang telah menutupi ladangnya. Segera, dia menyadari hasil dari malapetaka yang menunggu: makhluk-makhluk kecil ini makan sampai tidak ada yang tersisa. Merasa tidak berdaya, dia pun berbicara serius dengan putrinya yang bernama Helen.

Helen bertanya, “Ayah sudah membayar persepuluhanmu, bukan?”

Ayahnya menjawab “Ya,”

Lalu Helen berkata lagi, “Mengapa tidak meminta Tuhan untuk menepati janji-Nya dan mengusir serangga?”

Yakin dengan kata-kata ini, mereka berlutut dan berdoa, menuntut janji Tuhan seperti yang dicatat di dalam Maleakhi 3:10, 11, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.”

Tepat setelah berdoa, mereka melihat sekumpulan burung-burung hitam seperti awan turun di ladang mereka. Burung-burung hitam itu tinggal untuk waktu yang singkat, tetapi tidak ada kumbang yang tersisa ketika mereka terbang kembali. Tuhan memiliki surga yang penuh berkat bagi mereka yang mau bekerja sama dengan-Nya.

Nah, Alkitab berisi penuh dengan janji. Seorang yang bernama Everett R. Storms menghabiskan satu setengah tahun menghitung janji-janji Alkitab dan menghasilkan 7.487 janji yang dibuat oleh Tuhan untuk umat manusia. Dan janji-janji Tuhan memiliki tiga karakteristik.

Karakteristik pertama adalah janji Tuhan itu benar. Karakteristik kedua, semua orang dapat mengklaim janji Tuhan, dan karakteristik ketiga adalah janji Tuhan sering kali bersyarat. Paulus menulis tentang keyakinannya pada janji-janji Allah, “Sebab Kristus adalah ‘ya’ bagi semua janji Allah” (2 Kor. 1: 20a). Ketika Tuhan berkata, “Ya,” tidak ada yang bisa mengatakan, “Tidak!” Beberapa tergantung pada iman dan ketaatan sebagai dua syarat penting (Mat. 21: 22; Yes. 59: 2).

Dan tentang ketaatan, Ellen G. White menulis: “Semua orang yang menuruti Dia dapat dengan keyakinan menuntut kegenapan janji-janji-Nya”Christ’s Object Lessons, p.145

Oleh karena itu marilah kita berdoa dengan penuh kepercayaan dan juga jauhkanlah diri kita dari kejahatan karena itu merupakan pemisah antara kita dengan Tuhan.

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

11 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 1) – Belajar Seperti Orang Berea

Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus dan Silas tiba di Tesalonika lalu memberitakan Injil di rumah ibadat…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 16 (Bagian 4) – Pertolongan Tuhan Tidak Pernah Terlambat

Setelah gempa bumi terjadi dan kepala penjara bertobat, keadaan mulai berubah bagi Paulus dan Silas.…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 16 (Bagian 3) – Tetap Memuji Tuhan di Tengah Penderitaan

Setelah Tuhan membuka hati Lidia dan keluarganya menerima Injil, pelayanan Paulus dan Silas di Filipi…

5 days ago