Renungan

Keuntungan Mandi – Part 2

Kemarin kita telah mengetahui fungsi mandi untuk membuat tubuh kita bersih. Lalu bagaimana selanjutnya?

Mari kita bayangkan, jika debu atau partikel padat lainnya menempel pada kulit, kemudian kita beraktivitas, maka sedikit atau banyak akan keluar keringat. Debu atau partikel lain yang bercampur dengan keringat ini akan menjadi suatu padatan yang kuat. Akhirnya padatan kotoran tadi akan menyumbat pori-pori.

Apa fungsi pori-pori kulit?

Pori-pori kulit ini berfungsi mengeluarkan kotoran atau sampah dari sisa metabolisme (proses perubahan suatu zat menjadi zat yang diperlukan, dan membuang yang tidak diperlukan) tubuh melalui keringat. Jika pori-pori ini tersumbat, maka kelenjar keringat akan terhambat untuk mengeluarkan racun bahkan sampah dari tubuh. Bukan hanya sampah yang tidak dapat dibuang melalui kelenjar keringat, tetapi sumbatan pori-pori dari padatan kotoran itu dapat membuat kulit ditumbuhi bakteri atau jamur yang mengakibatkan kulit menjadi merah, berwarna putih, gatal, sakit, berjerawat, dan lainnya.

Untuk itu, kebersihan yang diperoleh dari mandi memiliki dampak yang besar. Mandi tidak hanya akan menghindarkan kita dari penyakit kulit, tetapi juga mencegah terhambatnya tubuh mengeluarkan racun melalui keringat.

“Sampah-sampah terus-menerus dibuang dari dalam tubuh melalui kulit. Jutaan pori-pori dengan cepat tersumbat kecuali dijaga tetap bersih dengan sering mandi, dan sampah-sampah yang seharusnya dikeluarkan melalui kulit menjadi beban tambahan bagi organ-organ pembersih lainnya.”

Membina Keluarga Sehat 249.1

Begitu juga kerohanian kita, kita harus membuang segala yang buruk dari diri kita. Itulah sebabnya Tuhan berkata, “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.” (1 Petrus 2:1)

Buanglah sampah-sampah pada tubuh, pikiran, perbuatan, dan perkataan kita supaya kita tidak terkena penyakit (jasmani maupun rohani).

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 4) – Teguran yang Membawa kepada Kebenaran

Setelah menjelaskan tentang adanya pengajar-pengajar palsu, Paulus mengutip perkataan seorang nabi dari Kreta yang menggambarkan…

7 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 3) – Waspada terhadap Ajaran yang Menyesatkan

Setelah menjelaskan karakter yang harus dimiliki oleh seorang penatua, Paulus segera mengungkapkan alasannya. Jemaat di…

1 day ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

2 days ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

5 days ago