Renungan

Kapan Selesainya?

Pernahkah Anda melihat kerajinan tangan dari bubur kertas?

Awal pembuatannya, biasanya kertas koran akan dijadikan ‘bubur’ terlebih dahulu. Jika Anda lihat, bubur kertas ini sangat tidak menarik bentuknya..

Lalu langkah selanjutnya, pengrajin akan mulai membentuk sesuatu dari bubur itu satu per satu. Tetapi bentuknya juga masih tidak menarik dan ‘basah’ serta ‘lembek’ dan kita masih tidak tahu pengrajin ini membuat apa.

Dan berikutnya mereka akan mengeringkan satu per satu dari yang mereka buat itu. Bentuk mulai lebih jelas karena sudah mulai kering dan kokoh. Tapi masih tetap tidak menarik karena masih banyak terlihat huruf-huruf atau gambar di koran itu. Dan tentu saja kita masih belum bisa menebak apa yang akan dibuatnya, walaupun sudah ada bentuk bulat pipih, dan pernak pernik kecil.

Lalu pengrajin mulai memberi warna satu per satu dengan warna-warna yang begitu indah. Dari warna, kita sudah mulai melihat keindahannya dan mulai bisa menebak apakah yang akan dibuat.

Setelah selesai memberi warna, barulah ia menata semua yang dibuatnya. Di satu sisi ada mainan anak-anak, di sisi lain ada tempat duduk, pohon-pohon, bunga-bunga, rumput-rumput, binatang, manusia, dll. Dan akhirnya jadilah taman yang begitu indah.

Keindahan ini bisa dilihat secara sempurna setelah melalui proses yang panjang dan setelah pengrajin mewarna dan menatanya hingga selesai.

Begitu juga dengan kehidupan kita. Mungkin saat ini kita memiliki banyak masalah dan masa depan terlihat suram, tidak indah, bahkan tidak menyenangkan. Tetapi ingatlah apa yang dicatat oleh Pengkhotbah, yaitu “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya…” (Pengkhotbah 3:11)

Kapan segala sesuatunya akan indah? Yaitu sesuai dengan waktu Tuhan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita harus bersabar dan tetap setia sampai akhir dan pada akhirnya, rasakan keindahan yang Tuhan janjikan pada kita yang tetap setia kepada-Nya sampai akhir.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 5) – Siapakah Kita untuk Membantah Allah?

“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:…

19 minutes ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

1 day ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

5 days ago