Renungan

Jadikan Aku Milik-Mu Tuhan

Seorang penyair terkenal, Frances Jane Crosby, atau yang lebih sering dikenal Fanny Crosby, mengadakan sebuah kunjungan ke temannya, William Howard Doane di Ohio pada tahun 1875. Disana mereka banyak membahas tentang hal-hal rohani dan salah satunya adalah tentang kedekatan Tuhan dengan manusia. Dan di malam yang sama itu, pada saat Fanny Crosby masih dalam posisi berlutut, ia menulis sebuah syair. 

Setelah itu diberikannya kepada temannya, William, dan digubahnya menjadi sebuah lagu himne dan diberi judul “Holiness Desired,” atau yang kita kenal sekarang dengan judul “Draw Me Nearer” (Jadikan Aku Milik-Mu Tuhan).

Ayat pertama pada lagu ini berbunyi:

Jadikan aku milik-Mu Tuhan
Oh besarlah kasih-Mu
Aku s’lalu rindu beriman
Lebih dekat pada-Mu
Lebih dekat, tariklah aku
Dekat pada salib-Mu
Lebih dekat, dekat, tariklah aku
Dekat pada sisi-Mu

Selain itu, pada ayat ketiga juga terdapat syair yang menunjukkan perasaan kedekatan Fanny Crosby dengan Penciptanya. Kata-katanya “when I kneel in my prayer” (ketika aku berlutut di dalam doa) menyatakan perasaannya yang begitu dekat kepada Tuhan saat ia berdoa. 

Kiranya kita juga memiliki perjalanan iman yang dekat dengan Tuhan. Saat kita merasa hidup ini begitu melelahkan, saat kita merasa kita sendirian, saat kita merasa tidak ada yang peduli dengan kita, ingatlah bahwa Tuhan hanya sejauh doa. 

Karena itu, marilah di pagi yang indah ini, sebelum memulai segala aktivitas, “kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh…” (Ibrani 10:22) 

Selamat hari Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

7 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 1) – Belajar Seperti Orang Berea

Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus dan Silas tiba di Tesalonika lalu memberitakan Injil di rumah ibadat…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 16 (Bagian 4) – Pertolongan Tuhan Tidak Pernah Terlambat

Setelah gempa bumi terjadi dan kepala penjara bertobat, keadaan mulai berubah bagi Paulus dan Silas.…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 16 (Bagian 3) – Tetap Memuji Tuhan di Tengah Penderitaan

Setelah Tuhan membuka hati Lidia dan keluarganya menerima Injil, pelayanan Paulus dan Silas di Filipi…

5 days ago