Renungan

Iri Hati Part 1 – Belajar dari Kisah Yakub, Ayah Yusuf

Untuk beberapa hari ini kita akan membahas kisah-kisah di Alkitab yang berhubungan dengan iri hati.

Yusuf adalah seorang anak yang menunjukkan sikap yang berbeda. Ia adalah anak yang penuh dengan kelemah lembutan, ketulusan, dan kejujuran. Tetapi “dengan tidak bijaksana Yakub [ayah Yusuf] telah menunjukkan pilih kasih terhadap Yusuf, dan hal ini telah membangkitkan cemburu di hati anak-anaknya yang lain.” (Sejarah Para Nabi 240.2) 

“Hadiah ayahnya yang tidak bijaksana kepada Yusuf, yaitu sebuah jubah yang mahal yang biasa dipakai oleh orang-orang tertentu saja, bagi mereka merupakan satu bukti yang lain akan sikap pilih kasihnya…”

Sejarah Para Nabi 241.2

“Rasa dengki [benci] mereka menjadi lebih dalam lagi apabila anak ini [Yusuf] pada suatu hari menceritakan kepada mereka tentang satu mimpi yang telah dialaminya.”

Sejarah Para Nabi 241.2

Yusuf menceritakn mimpinya, “Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu.” (Kejadian 37:7)

‘Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?’ (Kejadian 37:8) kata saudara-saudaranya dengan nada marah dan iri hati.” (Sejarah Para Nabi 242.1)  “Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu.” (Kejadian 37:8)

Yakub tidak tahu sama sekali perasaan anak-anaknya yang lain, yaitu perasaan benci yang timbul dari iri hati ini karena “telah disembunyikan oleh mereka [saudara-saudara Yusuf] dengan hati-hati.” (Sejarah Para Nabi 242.4) sehingga ayahnya menyuruh Yusuf pergi sendirian untuk mencari saudara-saudaranya dan mendapatkan kabar tentang keselamatan mereka. Jika ayahnya tahu, pasti ia tidak akan membiarkan Yusuf pergi sendirian.

Apa yang terjadi pada Yusuf? Kita akan bahas pada renungan selanjutnya. Hari ini kita belajar bahwa iri hati bisa timbul saat ada seseorang yang pilih kasih. Oleh karena itu, marilah kita bertindak bijaksana dan tidak pilih kasih agar tidak menimbulkan cemburu dan iri hati.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

17 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

6 days ago