Seri Peribahasa

Seri Peribahasa (Bagian 2) – Di luar Bagai Madu, di dalam Bagai Empedu

Peribahasa kita hari ini adalah “Di luar bagai madu, di dalam bagai empedu” yang artinya Di mulut bicara manis, tetapi di hati berkata jahat (mulutnya manis, hatinya jahat)

Pernahkah kita mengalami hal demikian? Mungkin kita berkata hal-hal yang manis tapi memiliki tujuan dan motif yang tidak benar. Atau mungkin kita berkata-kata manis padahal sedang merencanakan kejahatan untuk orang tersebut. 

Kita bisa tersenyum manis di depan orang, berbuat baik kepada mereka, padahal kita merencanakan yang jahat atau memaki mereka dalam hati. 

Jika kita masih sering memaki atau merencanakan yang jahat dalam pikiran kita, maka berubahlah! Marilah kita sama-sama saling mengingatkan untuk menjaga pikiran kita dari segala jenis kejahatan. 

Alkitab menasihati kita, “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8) 

Mari jaga pikiran kita mulai dari saat ini sehingga kita punya peribahasa “Di luar bagai madu, di dalam tetap madu.” 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

16 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

6 days ago