Renungan

Hari Kenikmatan (Bagian 2) – Berkumpul Bersama Keluarga

Shalom selamat Sabat! Apakah hari ini kita bersukacita? Tentu saja hari Sabat haruslah menjadi hari yang penuh dengan sukacita.

Pernahkah kita bayangkan jika kita harus bekerja setiap hari tanpa ada hari untuk istirahat dari segala kesibukan duniawi kita, apa yang akan terjadi dengan kita? Mungkin kita akan sakit atau stress karena kerjaan atau tugas yang sangat banyak.

Jika setiap hari kita sibuk dengan pekerjaan atau tugas kita, mungkin kita jarang memiliki waktu dengan keluarga kita, tetapi hari Sabat inilah kita pasti akan memiliki waktu untuk keluarga. Mengapa? Karena “enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.” (Keluaran 20:9-10)

Artinya orang tua maupun anak-anak memiliki waktu untuk berkumpul bersama karena semuanya berhenti dari rutinitas pekerjaannya sehari-hari.

Di dalam buku Child Guidance dikatakan, “… anggota keluarga berkumpul untuk membaca Firman Tuhan, untuk menyanyi, dan berdoa.” (Child Guidance 529.1)

Ini adalah satu hal yang menyenangkan bisa berkumpul dengan keluarga untuk membaca Firman Tuhan, menyanyi, dan berdoa bersama. Sebuah hari yang penuh dengan kesukaan dan kenikmatan karena bisa berkumpul bersama.

Kiranya hari Sabat boleh senantiasa menjadi hari kenikmatan dan hari kesukaan bagi kita semua bersama dengan keluarga. Amin.

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 2 (Bagian 2) – Allah Menghakimi dengan Adil

Setelah mengingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, Paulus mengarahkan perhatian kita kepada satu hal…

15 hours ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 1) – Jangan Menghakimi Orang Lain

Setelah dalam pasal sebelumnya Paulus menjelaskan tentang dosa dan keadaan manusia yang semakin jauh dari…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 6) – Jangan Keraskan Hati

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

5 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

6 days ago