Renungan

Detik-Detik Terakhir Part 3

Firman Tuhan itu sangat tepat! Mengapa? Saat dunia sekarang semakin banyak kejahatan, dikatakan, “Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu. Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.” (1 Petrus 4:4-5)

Berapa banyak dari kita sering mendengar:

“Kamu kolot sekali…”
“Ah, sok suci kamu…”
“Jadi orang jangan terlalu fanatiklah…”

Dan sebagainya.

Ingatlah ayat diatas bahwa mereka (orang-orang yang mungkin sering mengatai kita kolot, fanatik, sok suci, dan lain-lainnya) akan heran dengan kita yang tidak mau mencemarkan diri kita dengan berbagai macam kejahatan. Dan apa yang mereka lakukan kepada orang-orang yang setia kepada Tuhan? Mereka akan memfitnah kita.

Apa pelajaran yang bisa kita dapat dari ayat ini? Ada dua hal yang bisa kita pelajari:

Pertama, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini…” (Roma 12:2)

Artinya, harus berbeda dengan gaya hidup duniawi walaupun kita hidup di dunia.

Kedua, Mengenai fitnah yang akan kita terima, janganlah kita heran karena Alkitab sudah memberi tahu bahwa “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku…” (Markus 13:13), tetapi ayat ini tidak selesai sampai situ, ayat ini melanjutkan bahwa “…orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat.” (Markus 13:13)

Oleh karena itu, sekeras apapun arus dunia saat ini, tetaplah berpegang teguh kepada kebenaran, karena janji Tuhan itu nyata bagi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan beroleh keselamatan.

Melalui seri renungan “Detik-Detik Terakhir” ini kita bisa diingatkan tiga hal, yaitu:

Pertama, waktu yang sisa harus kita gunakan sebijaksana mungkin.

Kedua, ingatlah apa yang seharusnya dan yang tidak seharusnya kita lakukan.

Ketiga, jadilah berbeda dengan dunia dengan tetap berpegang pada kebenaran.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

21 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

6 days ago