Renungan

Selera dan Praktek Dunia

Selera dan praktek dunia berbeda dengan selera dan praktek Surga.

Kita memang hidup di dunia, tetapi kita harus memiliki selera surgawi. Kita memang hidup di dunia, tetapi percakapan kita bergaya surgawi. Kita memang hidup di dunia, tetapi cara berpikir kita berbeda dengan dunia. Kita memang hidup di dunia, tetapi gaya hidup kita tidak seperti dunia tetapi memiliki gaya hidup surgawi.

“Kita mendekati akhir zaman, dan yang kita ingini sekarang bukanlah untuk mencapai selera dan praktek dunia, tetapi untuk mencapai pikiran Allah; untuk melihat apa yang dikatakan Kitab Suci, dan untuk berjalan sesuai dengan terang yang telah Allah berikan kepada kita.”

The Faith I Live By 152.2

Tak heran firman Tuhan menasihati kita, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Oleh karena itu janganlah kita mengikuti selera dan praktek dunia “sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” (1 Yohanes 2:16-17)

Biarlah kita selalu melihat apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan, dan berjalan sesuai dengan terang yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Kiranya berkat Sabat menjadi bagian kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

19 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

6 days ago