Renungan

Detik-Detik Terakhir Part 2

Kemarin kita sudah membahas pentingnya memperhatikan waktu. Pertanyaan bagi kita saat ini adalah “Apa yang seharusnya dan yang tidak seharusnya kita lakukan pada detik-detik terakhir kehidupan kita?”

“Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.”

1 Petrus 4:2-3

Apa yang tidak seharusnya kita lakukan? Yaitu “keinginan manusia” atau “flesh to the lust” (KJV) atau terjemahan bebasnya adalah keinginan daging.

Apa itu keinginan daging?

“Percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, penyembahan berhala, dll…”

Galatia 5:19-21, 1 Petrus 4:3

Lalu, apa yang seharusnya kita lakukan? Yaitu “menurut kehendak Allah” yang artinya adalah berlawanan dengan keinginan daging. (Galatia 5:17)

Apa saja kehendak Allah?

Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, menjauhi percabulan, hidup kudus, Berbuat baik, tidak menyalahgunakan kemerdekaan yang kita miliki untuk melakukan kejahatan, hidup sebagai hamba Allah,dll. (Galatia 5:23; 1 Tesalonika 4:3,7; 1 Petrus 2:15-16)

Kehendak Allah adalah semua yang ada tertulis di dalam Alkitab yang kita harus lakukan (keterangan detailnya, silahkan Anda membaca Alkitab Anda secara keseluruhan).

Oleh karena itu, pada detik-detik terakhir kehidupan kita, marilah kita menggunakannya untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki, bukan apa yang kita kehendaki.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 1) – Dibenarkan karena Iman

Setelah menjelaskan tentang iman Abraham dalam Roma 4, Paulus melanjutkan dengan sebuah kesimpulan penting dalam…

12 hours ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

1 day ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 5) – Iman yang Diperhitungkan sebagai Kebenaran

Pengalaman Abraham bukan hanya untuk dikenang sebagai kisah masa lalu. Apa yang terjadi pada Abraham…

2 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 4) – Beriman Ketika Tidak Ada Harapan

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa janji Allah diterima melalui iman. Sekarang Paulus menunjukkan seperti…

3 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 3) – Janji Diterima melalui Iman

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa Abraham menerima tanda sunat setelah ia dibenarkan melalui iman.…

4 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 2) – Iman Sebelum Tanda

Jika pada bagian sebelumnya kita melihat bahwa Abraham dibenarkan karena iman, sekarang Paulus melanjutkan dengan…

5 days ago