Renungan

Belajar dari Payung

Tahukah Anda, payung termahal yang pernah dibuat adalah payung yang dirancang oleh Angelo Galasso yang diberi harga US$ 50,000 atau Rp 710 juta. Payung itu dibuat dari kulit buaya yang tahan air dan dikatakan memiliki kualitas yang sangat tinggi.

Walaupun kita tidak memiliki payung yang semahal itu, hampir setiap dari kita memiliki payung. Walaupun payung tidak selalu digunakan, tetapi selalu disimpan dan digunakan saat dibutuhkan, sampai ada sebuah pepatah yang mengatakan, “sedia payung sebelum hujan.”

Selain hujan, payung dapat melindungi kita dari panasnya matahari, dan lainnya. Tetapi satu hal yang pasti, payung tidak dapat menghentikan hujan dan payung juga tidak dapat membuat udara berubah menjadi sejuk.

Inilah janji Tuhan kepada kerohanian kita. Tuhan tidak mengatakan, jika engkau beriman pada-Ku, ujian dan masalah hidup tidak ada lagi. Sebaliknya, Tuhan mengatakan bahwa, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Matius 16:24)

Tetapi, Yesus memberikan juga janji bahwa Ia akan selalu bersama dengan kita saat melewati ujian dan masalah dalam hidup.

“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”

Mazmur 23:4

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

Yesaya 41:10

“Payung tidak dapat menghentikan hujan tetapi membuat kita dapat berjalan menembus hujan. Iman pada Tuhan tidak dapat menghentikan masalah tetapi memberi kita kekuatan untuk menembus masalah yang tersulit sekalipun.”

– Unknown

Kiranya hari ini kita dapat dikuatkan melalui janji-janji Tuhan. Apapun yang terjadi percaya dan miliki iman pada-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 9) – Kristus Mati bagi Orang Berdosa

“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka... Akan tetapi Allah…

14 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 8) – Kasih Allah Dicurahkan dalam Hati

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 7) – Pengharapan yang Tidak Mengecewakan

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 6) – Kesengsaraan, Ketekunan, dan Tahan Uji

“Dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” Roma 5:4 Pada bagian sebelumnya,…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 5) – Bermegah dalam Kesengsaraan

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu,…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 4) – Bermegah dalam Pengharapan

Setelah mengatakan bahwa melalui Kristus kita memperoleh jalan masuk kepada kasih karunia, Paulus melanjutkan dalam…

6 days ago