Renungan

Baptisan Yesus – Part 2

Kemarin kita telah belajar bagaimana Yesus meninggalkan teladan baptisan dan juga doa kepada kita semua. Hari ini kita akan melihat bagaimana Allah Bapa menjawab doa Yesus.

Buku Desire of Ages mencatat, “Belum pernah malaikat-malaikat mendengar doa semacam itu. Mereka ingin membawa kepada Panglima mereka suatu kabar jaminan dan penghiburan. Tetapi tidak, Sang Bapa sendirilah yang akan menjawab permohonan Anak-Nya. Langsung dari takhta surga memancarlah cahaya kemuliaan-Nya. Langit terbuka, dan ke atas kepala Juruselamat turunlah cahaya yang paling suci, dalam rupa seekor burung merpati,—lambang yang tepat untuk Dia, yang lemah lembut dan rendah hati itu” (Desire of Ages 112.1).

Itulah mengapa Matius 3:17 dan Markus 1:11 mencatat terdengar suara dari surga berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kisah yang luar biasa ini.

Pertama, saat kita meminta dengan sungguh-sungguh, Tuhan lebih dari siap untuk mendengar dan memberikan jawaban kepada kita. Bukan malaikat yang memberikan jawaban, tetapi Tuhan sendiri. Tuhan yang suci, agung, dan mulia, mau mendengar permohonan dan memberikan jawaban kepada kita yang sangat berdosa dan hina ini.

Mungkin kita pernah memiliki pengalaman saat ada seseorang yang kita rasa kurang memiliki kedudukan atau bahkan seseorang yang kita rasa tidak penting itu berbicara dan meminta sesuatu kepada kita. Mungkin kita pernah menolak orang tersebut dan menyuruhnya pergi. Tetapi tidak dengan Tuhan kita. Doa yang sederhana, doa anak-anak, doa siapapun yang disampaikan dengan sungguh-sungguh pasti didengar dan dijawab oleh-Nya.

Kedua, jawaban Allah Bapa kepada Yesus, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan,” bukan hanya berlaku kepada Yesus. Tetapi saat itu Yesus berdiri mengambil posisi kita sebagai umat manusia yang berdosa, dan oleh karena itu jawaban Bapa kepada Yesus juga berlaku bagi kita semua. Melalui perantaraan Yesus, Allah Bapa juga mau menerima kita semua yang lemah ini. Ia tidak membuang kita, tetapi gantinya, Ia merangkul kita untuk kembali kepada-Nya.

Cobalah kita baca ayat ini dengan mengganti nama kita masing-masing: “Inilah _ (ganti dengan nama kita) yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Inilah kasih dan jaminan yang terbesar yang ada di seluruh alam semesta!

Baptisan Yesus telah mengembalikan hubungan Sang Pencipta dengan ciptaan-Nya yang telah terputus karena dosa, dan baptisan-Nya telah membukakan pintu bagi kita untuk datang kepada-Nya. Wahyu 3:8, “… lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun….”

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 6) – Merdeka untuk Taat

“Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya,…

5 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 5) – Jangan Biarkan Dosa Berkuasa

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan…

1 day ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 4) – Hidup bagi Allah dalam Kristus

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 2) – Dikuburkan dan Dibangkitkan Bersama Kristus

“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 1) – Mati terhadap Dosa

“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah…

5 days ago