Renungan

Baptisan Yesus – Part 1

Pelayanan Yesus selama 3,5 tahun di dunia ini diawali dengan kisah tentang baptisan-Nya. Baptisan Yesus bukanlah karena Yesus berdosa, tetapi Ia datang dengan segala kerendahan hati-Nya untuk turun dan menyamakan diri-Nya seperti kita, manusia berdosa, dan untuk memberikan kita teladan dan petunjuk akan apa yang harus kita lakukan.

Kisah baptisan Yesus dicatat di dalam kitab Matius, Markus, dan Lukas. Namun dari ketiga kitab itu, ada satu hal yang hanya dituliskan di dalam kitab Lukas, yaitu tentang Yesus yang berdoa setelah baptisan-Nya.

“Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: ‘Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.’

Lukas 3:21-22

Mengapa Yesus berdoa?

Yesus mengetahui bahwa kedatangan-Nya ke dunia ini bukanlah untuk jalan-jalan, bukan untuk sesuatu yang nyaman. Sejak kelahiran-Nya Ia mendapat tempat yang rendah, masa kanak-kanak dan remaja-Nya juga dijalani dengan beberapa perselisihan dengan para pemuka agama dan bahkan dengan keluarga-Nya sendiri, dan Yesus tahu bahwa saat pelayanan-Nya 3,5 tahun akan dijalani dengan tantangan yang lebih besar dan berat.

Yesus harus menanggung setiap dosa yang telah manusia lakukan, Ia harus meluruskan setiap jalan yang sudah bengkok karena dosa, dan Ia harus melembutkan setiap hati manusia yang telah keras oleh dosa. Untuk ini semua, Yesus memohon pertolongan kepada Bapa-Nya di surga; Ia meminta kuasa kepada Bapa untuk mengalahkan segala jerat Setan.

Doa yang Yesus sampaikan kepada Allah Bapa bukanlah doa formalitas saja. Buku Desire of Ages mencatat bahwa “Ia menuangkan seluruh jiwanya di dalam doa” (Desire of Ages 111.6).

Melalui kisah ini, Yesus tidak hanya meninggalkan teladan baptisan, tidak hanya mengajarkan kita tentang pentingnya baptisan, tetapi Ia juga meninggalkan kita teladan berdoa yang sungguh-sungguh. Seperti Yesus yang menghadapi berat beban saat hidup di dunia ini, kita pun juga sama. Itulah mengapa Yesus pesan kepada kita untuk “tetaplah berdoa” (1 Tesalonika 5:17). Bukan hanya doa yang biasa-biasa saja, tetapi doa yang sampai kita bisa menuangkan seluruh jiwa dan pikiran dan hati kita kepada Yesus melalui jam-jam berdoa kita.

Bagaimana Bapa menjawab doa Yesus? Ini akan kita bahas di renungan besok pagi. Jangan sampai terlewatkan! Tetapi yang pasti, jangan lupa untuk berdoa pada hari ini karena Tuhan telah siap untuk mendengar dan menyatakan jawabannya kepada kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

38 minutes ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

1 day ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

5 days ago