Renungan

“Aku Tidak Suka dengan Hal-Hal Rohani!”

Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata, “aku tidak suka dengan hal-hal rohani!” Atau mungkin Anda sendiri pernah mengalami hal itu?

Walaupun tidak persis, hal ini mirip dengan apa yang dialami Adam dan Hawa. Awalnya mereka hidup sangat bahagia di taman Eden. Mereka dapat berkumpul bersama-sama dengan Tuhan, berkomunikasi dengan Tuhan secara langsung tanpa rasa takut sedikitpun. Tetapi setelah jatuh ke dalam dosa, kondisi ini berbalik 180 derajat.

Kejadian 3:10 mencatat, “Ia menjawab: ‘Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.’

“Dalam keadaan manusia tanpa dosa, dia dapat mengadakan hubungan yang menyenangkan dengan Allah … (Kolose 2:3). Tetapi sejak manusia jatuh ke dalam dosa, dia tidak dapat lagi menikmati kesenangan di dalam hubungan yang kudus itu, bahkan dia mencoba menyembunyikan dirinya dari hadapan hadirat Tuhan Allah. Demikianlah selalu keadaan hati yang masih belum diperbaharui. Ia tidak sesuai dengan Allah dan tidak akan mendapat kesenangan dalam hubungan dengan Dia.”

Steps to Christ 17.2

Dengan alasan yang serupa, “yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu” (Yesaya 59:2). Karena kita juga adalah manusia berdosa seperti Adam dan Hawa, manusia daging kita cenderung untuk menjauh dari Tuhan dan hal-hal rohani.

Tetapi kita memiliki jaminan disini bahwa ketika kita mau menyerahkan hati kita untuk diperbaharui oleh Tuhan sendiri, kita dapat meraih hubungan itu kembali.

Sebagaimana Adam dan Hawa membiarkan Tuhan mengganti pakaian daun mereka (Kejadian 2:7) dengan pakaian dari kulit binatang yang dibuat oleh Tuhan sendiri (ayat 21), mari kita biarkan Tuhan yang mengenakan pakaian-Nya di dalam kehidupan kita.

Karena itu, jika kita sendiri merasa kita sedang undur dalam kerohanian, bukalah hati dan biarkan Tuhan yang bekerja. Dan jika ada orang lain yang kita tahu sedang mengalami kemunduran dalam hal rohani, doakan mereka dan mohon kepada Tuhan untuk bekerja di dalam hatinya.

Tidak ada hal yang lebih indah daripada melihat seseorang yang dulunya berkata, “Aku tidak suka dengan hal-hal rohani!” tetapi sekarang berkata, “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.” (Mazmur 119:97).

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 6) – Jangan Keraskan Hati

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran…

12 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

1 day ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

5 days ago