Seri Yunus

Yunus (Bagian 5) – Melarikan Diri dari Tuhan

Kemarin kita sudah membahas mengenai Yunus yang melarikan diri ke Tarsis dengan menggunakan kapal itu seakan-akan semuanya berjalan lancar dan bagi kita yang membacanya seakan-akan ini adalah kehendak Tuhan untuk Yunus melarikan diri. Benarkah demikian?

Sekarang mari kita lihat, apa yang terjadi setelah Yunus melarikan diri dari Tuhan?

“… TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.”

Yunus 1:4

“Jika sekiranya ketika panggilan mula-mula datang kepadanya, Yunus meluangkan waktu untuk berpikir dengan tenang, maka ia seharusnya memaklumi betapa bodohnya setiap usaha yang dilakukannya untuk menghindarkan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. ia tidak dibiarkan lama-lama dengan bebas meneruskan pelariannya yang gila itu.”

Prophets and Kings 267.1

Oleh karena Yunus melarikan diri maka Tuhan menurunkan angin ribut dan terjadilah badai besar. Mengapa Tuhan mengijinkan badai ini datang? Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini?

Dari kisah kali ini kita belajar, terkadang saat kita menjauhi perintah Tuhan dan tidak menurut, Tuhan bukan mendatangkan bencana, namun Ia mengijinkan badai datang dalam kapal yang ditumpangi Yunus agar ia menyadari dosa-dosanya.

Hari ini kita belajar untuk selalu menurut akan segala perintah Tuhan karena “Sekiranya nabi itu [Yunus] menurut dengan tidak ragu-ragu, ia mungkin akan terhindar dari banyak pengalaman pahit, dan akan diberkati dengan melimpah.” (Prophets and Kings 266.3)

Begitu juga dengan kita, andai saja kita menurut kepada perintah Tuhan, kita pasti akan terhindar dari banyak pengalaman pahit dan akan mendapat berkat-berkat dari Tuhan. Itulah sebabnya, Tuhan berkata, “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.” (Mazmur 119:1)

Selain menurut kepada perintah-Nya, marilah kita belajar mengucap syukurlah atas badai yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, karena itulah yang terkadang membuat kita pada akhirnya sadar akan kesalahan kita dan bertobat.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

9 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 11) – Dibentuk Menjadi Serupa dengan Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa…

5 days ago