Seri Pertobatan Saulus

Pertobatan Saulus Part 8 – Mencari dan Menyelamatkan

Hari ini kita akan membahas bagian terakhir dari Kisah Para Rasul 9:4 yang berbunyi, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Pertanyaan ini adalah dari Yesus sendiri seperti yang dijelaskan di ayat 5, “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.”

Jika Yesus adalah Allah yang Maha Tahu, bukankah Ia tahu alasan mengapa Saulus menjadi seorang penganiaya? Bukanlah Ia tahu segala sesuatu dan bukankah hanya Ia yang tahu isi hati manusia?

Demikian juga halnya saat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa dan bersembunyi. “Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: ‘Di manakah engkau?’” (Kejadian 3:9). Bukankah Tuhan tahu dimana mereka? Tetapi mengapa Ia bertanya dimanakah mereka?

Pertanyaan Tuhan kepada Adam, Hawa, dan Saulus bukanlah pertanyaan akan ketidaktahuan-Nya.

Kita telah pelajari bahwa Saulus telah berdosa dengan membunuh umat-umat Tuhan yang tidak bersalah. Tetapi Tuhan yang Maha Kasih tidak tinggal diam. Ia yang berinisiatif untuk mendatangi dan menyatakan Diri-Nya kepada Saulus demi keselamatan jiwanya. Saat manusia pertama berbuat dosa dan bersembunyi, Tuhanlah yang mencari mereka supaya mereka dapat diselamatkan. Demikian pula halnya dengan kita.

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Lukas 19:10

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…”

Yohanes 3:16

“Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia … untuk menyelamatkannya…”

Yohanes 3:17

Ayat-ayat di atas sangat jelas bahwa di dalam keberdosaan, kejahatan, dan kesalahan kita, Tuhanlah yang berinisiatif untuk datang, mencari, dan menyelamatkan kita semua.

Inilah kasih terbesar itu. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8).

Mari kita renungkan, jika Tuhan begitu bermurah hati kepada Adam, Hawa, Saulus, dan kita semua yang berdosa, apakah kita juga mau bermurah hati kepada orang lain yang bersalah kepada kita? Jika Tuhan mau mengampuni mereka yang mengaku dan meminta maaf, maukah kita juga melakukan hal yang sama kepada saudara-saudara kita?

Sebab “barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yohanes 2:6).

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 7 (Bagian 4) – Dosa Mengambil Kesempatan

“Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia…

20 hours ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 3) – Hukum Taurat Menyatakan Dosa

Paulus mengajukan sebuah pertanyaan penting: apakah hukum Taurat itu dosa? Jawabannya tegas, “Sekali-kali tidak!”  “Jika…

2 days ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 2) – Melayani dalam Keadaan yang Baru

“Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang…

3 days ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 1) – Menjadi Milik Kristus

Paulus memakai gambaran ikatan pernikahan untuk menjelaskan sesuatu tentang hubungan kita dengan hukum Taurat (Roma…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 9) – Upah Dosa dan Karunia Allah

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus,…

5 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 8) – Menghasilkan Buah

“Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang,…

6 days ago