Seri Nadab dan Abihu

Nadab dan Abihu Part 8 — Tugas Mendidik Anak

Menjawab pertanyaan kemarin mengenai mendidik anak yang dicatat Alkitab, ada satu ayat yang menarik.

“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Ulangan 6:6-7

Jadi, kita harus mengajarkan anak-anak kita mengenai firman Tuhan secara berulang-ulang. Dan yang menarik dicatat di sana adalah kita harus sering membicarakannya di rumah, saat di perjalanan, saat berbaring maupun bangun.

Apakah kita sudah mengajarkan berulang-ulang dan membicarakan mengenai firman Tuhan kepada anak-anak kita?

“Tuhan menuntut para orang tua untuk membesarkan anak-anak mereka untuk mengenal Dia dan menghormati akan tuntutan-tuntutan-Nya; mereka harus mendidik anak-anak mereka yang masih kecil, sebagai anggota yang lebih muda dari kekeluargaan Tuhan, untuk memiliki tabiat yang indah dan sifat-sifat yang baik, agar mereka layak untuk bersinar-sinar di dalam istana sorga.”

Testimonies for the Church, Vol. 5, 325, 326

“Oleh melalaikan tugas mereka dan memanjakan anak-anak di dalam hal-hal yang salah, maka para orang tua menutup gerbang kota Allah kepada mereka. Kenyataan-kenyataan ini harus ditanamkan di dalam diri para orang tua; mereka harus bangkit dan memulaikan kembali tugas yang sudah lama diabaikan.”

Testimonies for the Church, Vol. 5, 325, 326

“Di dalam rumah tanggalah pendidikan anak harus dimulai. Di sinilah sekolahnya yang pertama. Di sini, dengan orang tua sebagai guru, ia harus mempelajari pelajaran-pelajaran yang harus menuntun dia sepanjang umur hidupnya—pelajaran tentang sikap hormat, penurutan, dan pengendalian diri.”

Child Guidance 17.1

Sudahkah kita mengajarkan dan membicarakan mengenai firman Tuhan kepada anak-anak kita berulang-ulang dan kapan saja?

Sudahkah kita mendidik anak-anak kita  untuk hormat, menurut, dan mengendalikan diri?

Jika belum, maka sekaranglah waktunya kita berubah. Jika sudah, maka mari lebih giat lagi dan mendoakan anak-anak kita agar menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

15 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

6 days ago