Seri Nadab dan Abihu

Nadab dan Abihu Part 6 — Bertarak

Jika kemarin kita sudah belajar penyebab Nadab dan Abihu berbuat salah yaitu karena ia setengah mabuk, maka hari ini kita belajar apa yang seharusnya kita lakukan?

“Semua orang yang menempati jabatan dengan tanggung jawab yang suci haruslah orang-orang yang benar-benar bertarak, agar pikiran mereka bisa menjadi terang untuk membedakan yang benar dan yang salah, agar mereka dapat memiliki keteguhan prinsip dan hikmat untuk menjalankan keadilan dan menunjukkan rahmat.”

Jadi,  jika kita tidak mau membuat kesalahan dan bisa membedakan benar dan salah, maka kita harus bertarak.

Apa artinya bertarak? Bertarak adalah menahan atau mengendalikan hawa nafsu kita. Dalam hal apa saja? Salah satu nya adalah makanan dan minuman yang tidak sehat.

Mengapa mengenai selera makan itu penting? Karena Hawa pun kalah terhadap terhadap selera saat di taman Eden. Dan itulah sebabnya juga mengapa pencobaan Yesus yang pertama adalah mengubah batu menjadi roti. Karena nenek moyang kita yang pertama jatuh melalui selera makan.

“Salah satu godaan terbesar yang manusia harus hadapi adalah tentang selera.”

Christian Temperance (Ellen G. White) and Bible Hygiene (James White) 42.1

Tak heran Alkitab menasihati kita sehubungan dengan makanan ialah “Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu. Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu! Jangan ingin akan makanannya yang lezat, itu adalah hidangan yang menipu.” (Amsal 23:1-3)

Pertanyaan bagi kita, apakah kita sudah bertarak? Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Biarlah mulai hari ini kita belajar untuk mengendalikan selera makan kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

5 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 11) – Dibentuk Menjadi Serupa dengan Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa…

5 days ago