Seri Ketika Ia Dicobai

Ketika Ia Dicobai Part 10 – Pencobaan Besar yang Pertama (4) Percaya Firman-Nya

“Empat puluh hari lamanya Ia berpuasa dan berdoa. Karena sudah lemah dan kurus akibat lapar, letih-lesu dan sengsara dengan penderitaan pikiran, sekaranglah kesempatan setan. Sekarang sangkanya [setan], ia mengalahkan Kristus.”

The Desire of Ages 118.1

Setan berkata, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” (Matius 4:3)

Kita tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah, tetapi “ucapan yang pertama ini menghianati pribadinya. ‘Jikalau Engkau Anak Allah.’ Di sinilah sindiran yang mengandung rasa tidak percaya. Sekiranya Yesus melakukan apa yang dianjurkan Setan, sudah pasti hal itu berarti penerimaan akan kebimbangan itu.” (The Desire of Ages 118.3)

“Dalam nada suaranya ada sesuatu pernyataan tidak percaya yang amat sangat. Sampai hatikah Allah memperlakukan putera-Nya sendiri sedemikian? Sampai hatikah Ia meninggalkan Dia di padang belantara dengan binatang-binatang buas, tanpa makanan, tanpa kawan, tanpa kesenangan? Ia menyindir bahwa Allah tidak pernah bermaksud supaya Anak-Nya mengalami keadaan semacam ini. ‘Jikalau Engkau Anak Allah,’ tunjukkanlah kuasa-Mu oleh menolong diri-Mu sendiri dari kelaparan yang amat sangat ini. Perintahkanlah supaya batu ini menjadi roti.”

The Desire of Ages 118.3

Ini ucapan yang sama yang dilakukan oleh Setan kepada Hawa yang membuat Hawa mulai meragukan Tuhan. Apakah memang Tuhan melarang untuk memakan buah yang indah ini? Bukankah melarang memakan buah itu bertentangan dengan sifat Tuhan yang penuh kasih? Dan akhirnya manusia jatuh dalam dosa.

Tetapi bagaimana dengan respon Yesus? Apakah Ia juga termakan dengan hasutan setan? Kita akan membahasnya besok.

Hari ini kita belajar bahwa seringkali setan menggunakan kalimat-kalimat yang bisa membuat kita mulai meragukan apa yang Tuhan firmankan, tetapi ingatlah untuk selalu percaya kepada apa yang Tuhan firmankan! Jangan ragu kepada firman Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 2 (Bagian 4) – Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kehidupan

Setelah mengingatkan kita bahwa bukan hanya mendengar firman, tetapi juga melakukannya, Paulus melanjutkan dengan teguran…

10 hours ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 3) – Mendengar atau Melakukan?

Setelah berbicara tentang penghakiman Allah yang adil, Paulus membawa kita kepada sesuatu yang sering kali…

1 day ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 2) – Allah Menghakimi dengan Adil

Setelah mengingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, Paulus mengarahkan perhatian kita kepada satu hal…

2 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 1) – Jangan Menghakimi Orang Lain

Setelah dalam pasal sebelumnya Paulus menjelaskan tentang dosa dan keadaan manusia yang semakin jauh dari…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 6) – Jangan Keraskan Hati

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

5 days ago