Seri Harta yang Terpendam

Harta yang Terpendam (Bagian 7) – Tidak Rela Meninggal Kesenangan

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.”

Matius 13:44

Ada sebuah kutipan menarik yang menjelaskan bahwa “Allah tidak menyembunyikan kebenaran-Nya dari manusia. Oleh arah tindakannya sendiri mereka menjadikannya samar-samar bagi mereka sendiri. Kristus memberikan kepada bangsa Yahudi bukti yang limpah bahwa Ia adalah Mesias; tetapi pengajaran-Nya menuntut suatu perubahan yang pasti dalam kehidupan mereka.” (Christ’s Object Lessons 105.1)

“Mereka melihat bahwa jika mereka menerima Kristus, mereka harus meninggalkan kesukaan-kesukaan serta tradisi-tradisi yang disenangi mereka, serta perbuatan-perbuatan yang mementingkan diri serta tidak percaya kepada Tuhan. Diperlukan pengorbanan untuk menerima kebenaran yang tidak berubah serta abadi. Oleh sebab itu mereka tidak mau mengakui bukti yang paling nyata bahwa Allah dapat membangun iman dalam Kristus.”

Christ’s Object Lessons 105.1

“Mereka mengaku percaya kepada Kitab Suci Perjanjian Lama, namun mereka menolak menerima kesaksian yang terdapat di dalamnya tentang kehidupan dan tabiat Kristus. Mereka takut diyakinkan, jangan-jangan mereka akan ditobatkan, dan terpaksa meninggalkan pendapat-pendapat yang telah ditetapkan sebelumnya. Harta Injil—Jalan, Kebenaran dan Hidup—adalah di antara mereka, tetapi mereka menolak anugerah yang terbesar yang dapat dianugerahkan surga.”

Christ’s Object Lessons 105.1

Bagaimana dengan kita? Apakah kita rela meninggalkan kesenangan kita atau pun kedagingan kita? Ingatlah kita dinasihati, “Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.” (1 Tesalonika 5:22)

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh mengingatkan kita semua untuk mau dan rela meninggalkan segala kedagingan kita. Dan tentu saja kita tidak bisa melakukannya dengan kekuatan sendiri, tetapi mintalah pertolongan dari Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

14 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 11) – Dibentuk Menjadi Serupa dengan Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa…

5 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 10) – Allah Turut Bekerja untuk Mendatangkan Kebaikan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka…

6 days ago