Seri Harta yang Terpendam

Harta yang Terpendam (Bagian 5) – Mengapa Tidak Sadar?

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.”

Matius 13:44

Apakah kalian tahu? Ternyata kita bisa saja sudah sangat dekat dengan harta terpendam itu, tetapi tidak menyadarinya. Benarkah demikian? Mari kita baca kutipan di bawah ini:

“Seseorang bisa melewati tempat di mana harta itu telah disembunyikan. Karena ia sangat perlu duduk beristirahat di bawah sebuah pohon, tanpa mengetahui bahwa harta itu tersembunyi di bawah akar-akar pohon.”

Christ’s Object Lessons 104.4

Apa yang digambarkan dari orang yang tidak sadar ini?

“Demikianlah dengan orang Yahudi. Seperti harta emas, kebenaran telah dipercayakan kepada bangsa Ibrani. Pemerintahan Yahudi, yang membawa tanda pengenal surga, telah didirikan oleh Kristus sendiri. Dalam bentuk rupa serta lambang kebenaran-kebenaran yang besar mengenai penebusan telah dibuka. Namun ketika Kristus datang, orang Yahudi tidak mengenal Dia, yang dituju oleh lambang-lambang itu.”

Christ’s Object Lessons 104.4

“Mereka mempunyai firman Allah dalam tangannya; tetapi tradisi-tradisi yang telah diteruskan dari generasi ke generasi, dan tafsiran manusia tentang Kitab Suci, menyembunyikan dari mereka kebenaran sebagaimana adanya dalam Kristus. Kepentingan rohani dari tulisan-tulisan Kudus menjadi hilang. Rumah harta dari segala pengetahuan terbuka bagi mereka, tetapi tidak diketahuinya.”

Christ’s Object Lessons 104.4

Terkadang yang membuat kita tidak menyadari adalah karena tradisi-tradisi manusia yang lebih kita tinggikan dan juga tafsiran manusia tentang Kitab Suci.

Tak heran “Yesus berkata pula kepada mereka: ‘Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.’” (Markus 7:9)

“ … Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”

Markus 7:6-8

Kiranya kita lebih meninggikan Tuhan dan firman-Nya dibandingkan tradisi atau adat istiadat manusia.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

14 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 11) – Dibentuk Menjadi Serupa dengan Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa…

5 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 10) – Allah Turut Bekerja untuk Mendatangkan Kebaikan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka…

6 days ago