Seri Teladan Terbaik

Teladan Terbaik (Bagian 10) – Rajin, Teliti, dan Berhati-hati

Apalagi teladan yang Yesus berikan kepada kita?

Masih di dalam buku yang sama, yaitu The Story of Jesus dicatatkan bahwa “Apa saja pun yang dilakukan-Nya, selalu dilakukan dengan baik sekali. Ia ingin sempurna, juga dalam menggunakan segala perkakas. Dengan teladan yang diberikan-Nya la mengajar supaya kita rajin, agar kita hati-hati bekerja karena pekerjaan yang demikianlah yang memperoleh pahala. Semua orang harus berusaha mencari dan melakukan sesuatu yang akan berguna menolong diri dan bagi orang lain.” (The Story of Jesus 34.7)

Jadi teladan kesembilan yang kita bisa tiru dari Yesus adalah selalu mengerjakan segala sesuatu dengan sempurna dan rajin.

Saat membaca mengerjakan segala sesuatu dengan sempurna di dalam segala yang dilakukannya, saya teringat dengan kisah Daniel yang mana dicatatkan di Alkitab, “Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.” (Daniel 6:5)

Di dalam melakukan tugas-tugasnya, Daniel juga tidak ditemukan suatu kelalaian atau kesalahan padanya. Sebuah teladan yang luar biasa, bukan?

Artinya Yesus mau ajarkan kita untuk menjadi orang yang bukan hanya rajin, tetapi juga teliti dan berhati-hati sehingga tidak melakukan kesalahan.

Marilah kita belajar untuk menjadi seorang yang rajin, teliti dan berhati-hati dalam mengerjakan segala sesuatu agar kita bisa melakukan semuanya dengan sempurna dan tidak ada orang yang bisa mencari-cari kesalahan kita dan akhirnya mereka menghina Allah yang kita sembah karena kelalaian dan kesalahan yang sering kita lakukan.

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh mengingatkan kita untuk selalu memandang kepada Kristus agar hidup kita berubah semakin serupa dengan karakter Kristus, yaitu rajin, teliti, dan berhati-hati agar bisa melakukan segala sesuatunya dengan sempurna.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

19 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

6 days ago