Seri Sebuah Jalan

Sebuah Jalan (Bagian 7) – Menyesuaikan Diri dengan Dunia

Apakah kalian tahu bahwa banyak orang yang telah menyesuaikan diri dengan dunia termasuk orang yang mengaku pemelihara Sabat.

“ … Orang yang mengaku pemelihara Sabat telah menyesuaikan diri dengan dunia.… suatu aib bagi pengakuan mereka, dan juga menodai pekerjaan Allah.… Mereka menganggap bahwa mereka tidak sama seperti dunia, padahal mereka begitu mirip dengan dunia dalam cara berbusana, percakapan, dan Tindakan, dan sama sekali tidak ada perbedaan.”

Amanat Kepada Orang Muda pasal 33, hlm. 152, par. 4

Itulah sebabnya Tuhan mengingatkan kita, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Kita harus berbeda dengan dunia dan mintalah Tuhan untuk menuntun kita. Mintalah agar kita memiliki hati yang mau dibentuk oleh Tuhan.

“Sementara mendekati perubahan akhir mereka, kesengsaraan fana mengancam mereka, dan pertanyaan besar, ‘Apakah saya bersedia menghadapi kematian? Apakah saya bersedia menghadapi penghakiman Allah, dan bebas dari pemeriksaan besar?”

Amanat Kepada Orang Muda pasal 33, hlm. 152, par. 4

Mari kita renungkan pertanyaan tersebut dan jawablah pada hati kita masing-masing.

Biarlah kita mempersiapkan diri kita menyambut hari Sabat yang sebentar lagi akan mulai.

Kiranya renungan mengenai “jalan” ini boleh menjadi berkat bagi kita semua. Amin.

Selamat pagi, selamat persiapan menjelang Sabat, dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 8) – Pertobatan Menghasilkan Perubahan

Setelah menceritakan panggilan yang diterimanya dari Tuhan, Paulus menjelaskan isi pemberitaan yang ia sampaikan ke…

1 hour ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 7) – Taat kepada Penglihatan Surgawi

Setelah menceritakan panggilan yang diterimanya dari Yesus, Paulus menjelaskan bagaimana ia merespons panggilan tersebut. “Sebab…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 6) – Dari Kegelapan kepada Terang

Setelah menjelaskan bahwa Tuhan memanggilnya menjadi pelayan dan saksi, Paulus diutus ke bangsa lain dengan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

5 days ago