Seri Sebuah Jalan

Sebuah Jalan (Bagian 6) – Mengapa Begitu Susah?

“Mengapa begitu sukar menjalani kehidupan yang penuh dengan penyangkalan diri, dan kerendahan hati?”  

Apakah kalian masih ingat bahwa “Jalan ke Surga adalah jalan dengan memikul salib; jalannya lurus dan sempit ….” (Reflecting Christ 350.2)

Jadi jalan ke Surga adalah jalan yang “hari demi hari kita harus menyangkal diri, mengangkat salib dan mengikuti jejak Tuhan ….” (Sons and Daughters of God 248.5)

Oleh karena jalan ke Surga itu penuh dengan penyangkalan diri, pertanyaan yang sering muncul adalah “Mengapa begitu sukar menjalani kehidupan yang penuh dengan penyangkalan diri, dan kerendahan hati?”

Pena inspirasi menjawab, “Karena orang-orang yang mengaku dirinya Kristen tidak mati bagi dunia.” (Amanat Kepada Orang Muda pasal 33, hlm. 153, par. 1)

Sebenarnya “di balik kematian ini ada kehidupan yang menyenangkan. Akan tetapi banyak yang rindu makan bawang-bawang Mesir. Mereka punya perilaku berpakaian dan bertindak sedapat mungkin seperti dunia, namun bertujuan ke Surga. Pendakian seperti itu menyimpang. Mereka tidak berjalan melalui jalan yang sesak dan sempit.” (Amanat Kepada Orang Muda pasal 33, hlm. 153, par. 1)

Mengapa mereka sedapat mungkin berpakaian dan bertindak seperti dunia?

“ … supaya mereka menjadi orang yang berpengaruh.”

Amanat Kepada Orang Muda pasal 33, hlm. 153, par. 2

Tetapi ingatlah! “Sekiranya mereka mau punya pengaruh yang benar dan menyelamatkan, biarlah mereka menghidupkan pengakuan mereka, menunjukkan iman dengan pekerjaan kebenaran, dan membedakan ciri besar antara Kristiani dan dunia.” (Amanat Kepada Orang Muda pasal 33, hlm. 153, par. 2)

“ … kata-kata, pakaian dan Tindakan harus menyatakan Allah. Dan pengaruh yang kudus terpancar kepada semua, dan semua akan mengetahui bahwa mereka telah Bersama Yesus …. Jika ada yang ingin agar pengaruh mereka menyokong kebenaran, biarlah mereka menghidupkan kebenaran dan mengikuti teladan yang rendah hati itu.”

Amanat Kepada Orang Muda pasal 33, hlm. 153, par. 2

Itulah sebabnya Alkitab berkata, “ … Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 7 (Bagian 7) – Pergumulan Melawan Dosa

“Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang…

16 hours ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 6) – Betapa Seriusnya Dosa

“Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa…

2 days ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 5) – Hukum Taurat Itu Kudus dan Baik

“Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.” Roma…

3 days ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 4) – Dosa Mengambil Kesempatan

“Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia…

4 days ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 3) – Hukum Taurat Menyatakan Dosa

Paulus mengajukan sebuah pertanyaan penting: apakah hukum Taurat itu dosa? Jawabannya tegas, “Sekali-kali tidak!”  “Jika…

5 days ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 2) – Melayani dalam Keadaan yang Baru

“Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang…

6 days ago