Seri Pandanglah Burung-Burung

Pandanglah Burung-Burung Part 13

Hari ini kita akan membahas burung yang berwarna hitam. Apakah kalian bisa menebak burung apakah yang akan kita bahas?

Hari ini kita membahas mengenai burung Gagak. Burung Gagak adalah burung yang seluruh tubuhnya berwarna hitam, burung gagak ini tidak sebesar rajawali atau merak. Namun, gagak cukup kuat untuk menangkap mangsanya yang berupa tikus, tupai, kadal maupun serangga. Selain itu, ia juga pemakan segalanya yaitu buah-buahan serta bangkai hewan.

Mungkin kita sering dengar mitos mengenai burung gagak, yaitu burung gagak akan membaca bencana. Apakah mitos ini benar? Tentu saja tidak. Sebagai seorang Kristen kita harus melihat dari kacamata Alkitab.

Mari kita lihat faktanya. Jika ada burung gagak, berarti ada bangkai bahkan mangsa yang ia cari untuk dimakan, mungkin makanan itu adalah bangkai.

Apa itu bangkai? Bangkai adalah sesuatu yang busuk yang harus dibersihkan. Ingatlah kembali, Tuhan menciptakan burung gagak dengan tujuan tertentu. Salah satunya adalah untuk membersihkan bumi dari bangkai-bangkai karena adanya dosa (dosa=kematian).

Burung gagak ada beberapa kali muncul di Alkitab dan salah satunya adalah di kitab Imamat.

Inilah yang harus kamu jijikkan dari burung-burung, janganlah dimakan, karena semuanya itu adalah kejijikan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut; elang merah dan elang hitam menurut jenisnya; setiap burung gagak menurut jenisnya.”

Imamat 11:13-15

Jadi, Burung gagak adalah burung yang harus dijijikan dan tidak boleh dimakan (Baca lengkap Imamat 11) karena kita mengerti dari faktanya bahwa burung gagak memakan bangkai. Bangkai yang dimakan mengandung ribuan bakteri bahkan virus. Jadi, jika manusia memakan burung gagak, maka tentu saja ini tidak sehat dan bahkan bisa mendatangkan penyakit kepada tubuh manusia.

Tuhan memberikan aturan itu juga karena Ia ingin kita kudus, “Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.” (Imamat 11:44)

Dari sini kita belajar bahwa semua aturan yang Tuhan berikan kepada kita itu sebenarnya untuk kebaikan kita. Pertanyaan bagi kita, “Apakah saya mau mengikuti perintah-Nya?” Jawablah dalam hati kita masing-masing.

Selamat Pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 3 (Bagian 1) – Kesetiaan Allah di Tengah Ketidaksetiaan Manusia

Hari ini kita akan mulai dengan sebuah pertanyaan: “Apakah ada keuntungan menjadi umat Allah?”  Paulus…

5 hours ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 5) – Ibadah yang Berasal dari Hati

Di bagian akhir Roma 2, Paulus membawa kita kepada sebuah pemahaman penting tentang identitas rohani.…

1 day ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 4) – Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kehidupan

Setelah mengingatkan kita bahwa bukan hanya mendengar firman, tetapi juga melakukannya, Paulus melanjutkan dengan teguran…

2 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 3) – Mendengar atau Melakukan?

Setelah berbicara tentang penghakiman Allah yang adil, Paulus membawa kita kepada sesuatu yang sering kali…

3 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 2) – Allah Menghakimi dengan Adil

Setelah mengingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, Paulus mengarahkan perhatian kita kepada satu hal…

4 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 1) – Jangan Menghakimi Orang Lain

Setelah dalam pasal sebelumnya Paulus menjelaskan tentang dosa dan keadaan manusia yang semakin jauh dari…

5 days ago