Seri Pandanglah Burung-Burung

Pandanglah Burung-Burung Part 1

Terkadang kita tidak dapat melihat burung-burung jika mereka berada di ketinggian. Tetapi tahukah kamu bahwa Tuhan menciptakan burung untuk tujuan tertentu?

Saat penciptaan yaitu hari kelima, “Berfirmanlah Allah: ‘Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.’(Kejadian 1:20)

Sebelum bumi dan manusia jatuh kedalam dosa, Allah menciptakan segala sesuatunya dengan sangat teratur. Allah menciptakan burung-burung untuk mengisi bumi, menghiasi langit serta menjadi sahabat manusia. Tetapi keadaan berubah setelah manusia jatuh ke dalam dosa. Maka bumi dan hewan dalam keadaan yang tidak baik atau terkutuk.

Dalam bumi yang penuh dosa Allah mengijinkan adanya rantai makanan. Rantai makanan ini untuk mempertahankan ekosistem. Ekosistem sendiri ada karena lingkungan bumi yang berdosa ini memiliki dampak yang buruk. Salah satu dampak buruknya adalah mereka saling memakan. 

Burung termasuk dalam ekosistem tersebut. Sehingga, burung juga saling memakan. Ada burung pemakan ulat, ada yang memakan biji-bijian, ada yang memakan daging (burung lain atau daging hewan lain) dan ada yang memakan bangkai.

Bagi hewan-hewan termasuk juga burung, ekosistem yang termasuk rantai makanan ini memiliki tujuan yang baik. Allah memberitahu kepada manusia akibat dosa “… ialah maut” (Roma 6:23).

Setelah ada dosa, semuanya berubah; ekosistem berubah dan juga ada kematian hewan. Kematian makhluk di bumi ini harus dibersihkan, itulah sebabnya ada hewan pemakan bangkai (burung, ulat dan hewan lain).

Walau dosa sangat mengerikan, Tuhan mengajak kita untuk memandang burung di langit. Untuk membuktikan bahwa Tuhan adalah kasih.

Itulah sebabnya Tuhan berkata, “Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan.” (Ayub 12:7)

Apa yang Tuhan ajarkan melalui burung-burung ini? Mari kita pelajari pada seri-seri selanjutnya.

Selamat Pagi Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 7) – Taat kepada Penglihatan Surgawi

Setelah menceritakan panggilan yang diterimanya dari Yesus, Paulus menjelaskan bagaimana ia merespons panggilan tersebut. “Sebab…

7 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 6) – Dari Kegelapan kepada Terang

Setelah menjelaskan bahwa Tuhan memanggilnya menjadi pelayan dan saksi, Paulus diutus ke bangsa lain dengan…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

5 days ago