Seri Lebih Baik Mati

Lebih Baik Mati (Bagian 9) – Henokh Dicemooh dan Gigih Melawan Kejahatan

Ingatlah bahwa prinsip seorang Kristen adalah “Lebih baik mati daripada tidak menghormati atau melanggar hukum Allah ….” (Testimonies for the Church, Vol. 5, 147.1)

Pengikut Kristus akan lebih memilih Kristus, memilih menghormati Allah dan tidak melanggar hukum-Nya apa pun yang terjadi, walaupun mungkin kita akan dicemooh seperti Henokh.

Apakah kalian tahu saat Henokh memberi amaran, ada “Beberapa orang memberikan perhatian terhadap amaran itu dan meninggalkan dosa-dosa mereka; tetapi kebanyakan mencemooh pekabaran yang khidmat itu dan menjadi lebih berani di dalam jalan-jalan mereka yang jahat.” (Patriarchs and Prophets 86.3)

“… Henokh, saksi iman itu, maju terus, mengamarkan, mengajak, membujuk … Sekalipun amaran-amarannya tidak diindahkan oleh orang-orang berdosa yang cinta kepelesiran itu, ia mempunyai kesaksian yang disetujui Allah, dan ia terus berjuang dengan gigih melawan kejahatan yang sedang merajalela itu, sampai Tuhan mengangkat dia dari satu dunia yang penuh dosa kepada kesukaan sorga yang suci.”

Patriarchs and Prophets 87.1

“Orang-orang dalam generasi itu telah mengolok-olok kebodohan Henokh yang tidak mau mengumpulkan mas atau perak atau kekayaan dunia ini. Tetapi hati Henokh tertuju kepada harta yang abadi.… Pikirannya, hatinya, perkataannya terpusat ke sorga.”

Patriarchs and Prophets 87.2

Henokh dicemooh saat memberikan amaran dan menempelak dosa mereka, bahkan diolok-olok karena tidak mau mengumpulkan kekayaan di dunia ini. Tetapi walaupun begitu, Henokh tetap mengamarkan, mengajak, serta membujuk mereka yang tidak mempedulikan amarannya. Dan ia terus berjuang melawan kejahatan sampai Tuhan mengangkat dia. Luar biasa bukan?

Sebagai pengikut Kristus, kita juga “harus menyampaikan pekabaran yang sama kepada dunia pada akhir zaman ini, dan itu juga akan disambut oleh cemoohan dan sikap tidak percaya. Dunia sebelum air bah telah menolak kata-kata amaran dari dia yang berjalan dengan Allah. Demikian pula generasi yang terakhir itu akan meremehkan amaran-amaran dari pesuruh Allah.” (Patriarchs and Prophets 86.3)

Pelajaran apa saja yang kita bisa ambil hari ini?

Pertama, jika hari ini kita dicemooh, diremehkan, dianiaya, ingatlah perkataan Yesus di dalam Matius 5:11-12, “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” (Matius 5:11-12)

Kedua, Henokh tidak mudah menyerah dan sakit hati ketika ia ditolak atau dicemooh ataupun tidak dipedulikan. Begitu juga kita, biarlah kita bisa menerima setiap cemoohan yang dilontarkan kepada kita oleh karena kita menyampaikan kebenaran, dan kita tetap menyampaikan pekabaran itu dengan penuh kasih.

Ketiga, Kegigihannya melawan dosa haruslah kita tiru.

Jika hari ini kita merasa dan melihat diri kita mirip dengan kisah Henokh, ingatlah bahwa ada upah yang Tuhan berikan kepada umat-Nya yang setia, yaitu kerajaan Surga.

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh menguatkan kita semua untuk berani dan setia seperti Henokh.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

2 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago