Seri Lebih Baik Mati

Lebih Baik Mati (Bagian 6) – Apakah Berdiam Itu Pilihan Terbaik?

Apakah berdiam diri saat kita tahu ada yang salah atau tidak sesuai dengan firman Tuhan adalah pilihan terbaik?

Awalnya saya berpikir bahwa berdiam diri saat melihat dosa adalah pilihan yang terbaik. Mengapa? Karena saya tidak ingin membuat perpecahan, saya tidak ingin dimusuhi dan tentu saja tidak ingin mencari masalah bagi diri sendiri.

Jadi, walaupun saya tahu bahwa yang dilakukan oleh mereka itu adalah salah dan tidak sesuai dengan firman Tuhan, saya memilih untuk berdiam. Tetapi pertanyaannya adalah apakah memang berdiam diri saat kita tahu ada yang salah itu adalah pilihan yang tepat?

Pena inspirasi mencatat, “Kita tidak semestinya menyetujui dosa dengan perkataan atau perbuatan, atau sikap diam atau kehadiran kita.” (The Desire of Ages 152.3) 

Jadi, saat kita tahu ada yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, tetapi kita bersikap diam, ternyata itu artinya kita menyetujui dosa. Ternyata sikap berdiam diri bukanlah pilihan yang tepat.

Tak heran Alkitab menasihati kita, “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.” (Efesus 5:11-13)

Artinya kita tidak boleh berdiam diri apalagi menutupi sebuah dosa. Telanjangilah dosa. Nyatakanlah itu dengan berani, tetapi nyatakanlah itu dengan kasih, rendah hati, dan sabar.

Kiranya renungan kita pada pagi ini boleh mengingatkan kita semua untuk tidak menyetujui dosa dengan cara apapun, termasuk berdiam diri.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

23 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

6 days ago