Seri Kehidupan Doa

Kehidupan Doa Part 12 – Mengapa Doa Kita Tidak Dijawab?

Dalam rangkaian serian doa yang terakhir, kita akan sedikit melihat mengapa doa kita tidak dijawab. Ada beberapa alasan yang mungkin kita ada di salah satu alasan ini:

PERTAMA, karena kita masih belum mengampuni orang lain. Alkitab katakan, “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang…” (Markus 11:25)

KEDUA, Karena masih ada dosa yang kita belum kita selesaikan dengan Tuhan melalui permohonan ampun kita. Sehingga dikatakan, “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2)

KETIGA, Karena apa yang kita minta itu hanya untuk memuaskan hawa nafsu kita saja. “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:3)

Mintalah sesuai dengan keperluan atau kebutuhan kita, bukan keinginan kita.

Oleh karena itu, dari seluruh rangkaian doa ini kita diingatkan:

Pertama, Doa adalah fondasi kehidupan kita, oleh karena itu kita diajarkan untuk berdoa di pagi hari sebelum beraktivitas dan juga malam hari setelah beraktivitas dan sepanjang hari.

Kedua, siapkan waktu yang khusus, bukan waktu yang sisa untuk berdoa kepada Tuhan.

Ketiga, Jangan lupa untuk memohon ampun terlebih dahulu akan dosa kita serta mengampuni orang lain karena itu adalah penghalang doa kita. Singkirkan itu semua.

Keempat, Jika kita meminta, ingatlah untuk meminta bukan untuk memuaskan hawa nafsu kita.

Kelima, Akhiri dengan “kehendak-Mu yang jadi, bukan kehendak kami” di dalam doa.

Kiranya kita semua boleh mempraktekkan kehidupan berdoa seperti Yesus dan Nehemia.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

22 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

2 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 5) – Iman yang Menghasilkan Perbuatan Baik

Paulus menunjukkan hasil yang seharusnya terlihat dari kehidupan yang telah menerima kasih karunia itu, yaitu…

5 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 4) – Awal dari Kehidupan Kekal

Keselamatan adalah pemberian kasih karunia. Namun, karya Allah tidak berhenti pada pengampunan. Allah juga memperbarui…

6 days ago