Seri Kehidupan Doa

Kehidupan Doa Part 11 – Solusi Pertama

Berapa banyak dari kita datang untuk berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan hanya saat dilanda masalah?

Tapi pertanyaanya berikutnya:

Apakah saat kita menghadapi suatu masalah, kita langsung berdoa? Ataukah kita masih berusaha lebih dahulu mengandalkan diri kita untuk menyelesaikan masalah itu?

Contoh kasus:

  • Pergi ke warung makan bersama sahabat dan lupa bawa dompet. Itu adalah masalah tapi langsung pinjam uang sahabat dulu.
  • Pergi ke restoran di mall seorang diri dan lupa bawa dompet. Itu adalah masalah tapi karena sendirian dan bingung, kita berdoa lebih dahulu.
  • Di kerjaan muncul masalah misalnya: susah menghubungi bagian A yang penting untuk acara besar kantor, tapi kita berusaha dengan kekuatan kita dan pikiran kita sendiri untuk masalah ini bisa selesai. Setelah semakin dekat hari H, maka kita semakin stres dan akhirnya berdoa.

Tahukah kita? Tiga Contoh diatas sering terjadi pada kita.

Pertama, Hal yang menurut kita langsung terlihat ada solusi dan tanpa pikir panjang langsung diselesaikan tanpa berdoa pada Tuhan.

Kedua dan ketiga, Jika solusi tidak langsung terlihat di depan mata atau merasa masih bisa diusahakan selesaikan masalah, maka kita belum berdoa. Tapi saat sudah benar-benar “terpuruk” atau sudah tidak ketemu jalan keluar, barulah kita ingat untuk berdoa dan berserah pada Tuhan.

Oleh karena itu, perhatikan ini:

Jangan jadikan doa sebagai solusi terakhir dalam hidup kita, tetapi jadikanlah doa sebagai solusi pertama yang kita lakukan saat masalah itu muncul.

Tidak heran banyak teladan dari tokoh di Alkitab yang memilih untuk berdoa sebagai solusi utama mereka seperti Daniel, jemaat mula-mula, dll.

Jadi, jika hari ini kita memiliki masalah, Ingatlah bahwa doa adalah solusi pertama kita, bukan solusi terakhir kita. Oleh karena itu, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37:5)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

6 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

5 days ago