Seri Kehidupan Doa

Kehidupan Doa Part 10 – Siapakah yang akan Melawan Kita?

Melanjutkan kisah doa Nehemia. Kelihatannya semua berjalan lancar—raja memberi ijin dan surat untuk mempermudah pembangunan; Nehemia tiba di Yerusalem dengan selamat dan survei berjalan baik. Namun, tantangan mulai muncul.

Pertama, Sanbalat dan Tobia, non-Israel yang tidak suka dengan rencana pembangunan tembok Yerusalem bagi kesejahteraan Israel (Nehemia 2:10, 19).

Kedua, Tidak hanya tantangan dari luar, dari dalam pun ada, yaitu para pemuka Tekoa (orang Israel) yang menolak untuk turut bekerja dalam pembangunan ini (Nehemia 3:5).

Ketiga, Tantangan dari luar dan dalam ini bersatu dan mengolok-olok dan merencanakan penyerangan (Nehemia 4:1-3, 7-8).

Keempat, Berita palsu tentang fitnah bahwa Nehemia ingin menjadi raja dan menguasai Israel (Nehemia 6:6-7).

Kelima, para pembangun Israel juga mulai terdengar keluhan bahwa pekerjaan yang dilakukan sangat berat dan tidak sanggup lagi (Nehemia 4:10).

Dan masih banyak lagi, seperti orang kaya Israel yang memeras uang orang miskin Israel untuk kepentingan diri mereka, dan tantangan lainnya.

Di dalam menghadapi semua permasalahan itu, Nehemia tetap fokus kepada Tuhan dan pekerjaan ini melalui doa.

Bahkan seluruh orang Israel berdoa: “Kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam” (4:9), dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan supaya kehendak-Nya yang terjadi (4:4-6). Hasilnya, Tuhan memberikan mereka hikmat akan apa yang harus dilakukan—bekerja dan berjaga (4:13-23).

Bagaimana dengan kita? Apakah kita pernah merasakan apa yang Nehemia dan Israel rasakan? Pernahkah kita merasa hidup ini penuh dengan tantangan dan ujian yang sepertinya tidak pernah habis?

Itulah salah satu cara Tuhan mengingatkan kita untuk benar-benar berserah dan bergantung kepada-Nya sepenuh hati. Tantangan hidup seharusnya tidak membawa kita jauh, tetapi dekat kepada Tuhan dan membiarkan-Nya yang “berperang” untuk kita.

Dan pada akhirnya kita akan berkata, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Roma 8:31)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

7 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

5 days ago