Seri Kehidupan Doa

Kehidupan Doa Part 9 – Isi Doa

Jika kemarin kita fokus pada sisi persiapan sebelum ia berdoa, hari ini kita akan fokus pada isi doa itu sendiri (Nehemia 1:5-11).

Pertama, Pujian (ayat 5)

Di Alkitab, ada hampir 200 kali ajakan untuk kita memuji Allah. Ini bukanlah hal yang sedikit. Jika satu kata diulang berkali-kali, artinya hal itu penting dan memiliki makna yang dalam.

Saat kita memuji Tuhan, artinya kita sedang menyatakan kebesaran dan keagungan Tuhan yang tidak dimiliki siapapun yang lain, “sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.” (Mazmur 148:13).

Dan melalui pujian yang kita naikkan, kita akan semakin menyadari betapa tidak berdayanya kita sebagai manusia. Di hadapan Tuhan, kita hanyalah seorang hamba (ayat 6).

Kedua, Pengakuan (ayat 6-7)

Kita berdoa kepada Tuhan yang suci dan sempurna.  Kita tidak layak untuk datang ke hadirat-Nya, tetapi Ia sendiri yang melayakkan kita untuk datang kepada-Nya melalui doa kita. Dan jangan sampai ada dosa atau hal yang tidak suci yang menghalangi kita dengan Tuhan.

Pengakuan dosa Nehemia memberikan kita teladan bahwa “yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu … ialah segala dosamu” (Yesaya 59:2).

Akui segala dosa kita secara pribadi kepada Tuhan, dan Ia yang adalah setia dan adil “akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).

Ketiga, Percaya (ayat 8-11)

Salah satu kunci doa adalah iman. Tidak ada gunanya kita berdoa jika kita tidak percaya akan janji Tuhan. Mungkin apa yang kita doakan tidak terjadi sesuai keinginan kita, tetapi percayalah bahwa jika kita datang kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, Ia akan bertindak dan akan menyediakan yang terbaik untuk kita. Mungkin kita tidak mengerti itu sekarang, tetapi suatu saat kelak kita akan mengerti.

Kiranya teladan Nehemia dapat kita terapkan dan mejadi kekuatan dalam kehidupan rohani kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

8 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 5) – Yesus yang Hidup

Setelah Paulus naik banding kepada Kaisar, Raja Agripa dan Bernike datang mengunjungi Festus di Kaisarea.…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 4) – Tuhan Sudah Menyiapkan Jalannya

Ketika Paulus naik banding kepada Kaisar, Festus tidak memiliki pilihan selain mengirimnya ke Roma. Keputusan…

5 days ago