Seri Kehidupan Doa

Kehidupan Doa Part 8 – Fondasi Doa Nehemia

Kita telah belajar bahwa Nehemia memilih fondasi yang paling baik dan kokoh dalam pembangunan Yerusalem—DOA. Hari ini kita akan “membedah” fondasi doa yang tertulis di dalam Nehemia 1:4-11.

Pertama, Doa Nehemia tidak hanya dilayangkan dengan begitu saja. Ia memberikan waktu yang khusus untuk berdoa. Ia tidak hanya berdoa pada waktu ia punya waktu luang, tetapi memberikan waktunya bahkan dengan “berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit” (Nehemia 1:4).

Apakah kita benar-benar menyiapkan waktu, hati, dan pikiran sebelum berdoa? Ataukah memberikan “waktu sisa” dalam doa kita kepada Tuhan—misal sebelum berangkat kerja, atau sesaat sebelum tidur?

Tuhan bukan “pengemis” waktu kita. Ia adalah Tuhan yang adalah prioritas hidup kita, sebagaimana Ia telah memprioritaskan kita sehingga Ia rela mengorbankan hidup-Nya. Itulah mengapa di awal seri ini kita meneladani Yesus yang memberikan waktu khusus di pagi-pagi benar sebelum Ia sibuk dengan tugas pelayanan-Nya.

Kedua, Berpuasa dan berdoa.

Ezra 8:21, “… aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan allah kami dan memohon kepada-nya jalan yang aman bagi kami…”

Puasa Nehemia adalah sebagai pernyataan bahwa ia benar-benar menyadari akan dirinya yang tidak mampu dalam memimpin pembangunan Yerusalem. Lebih dari menahan hawa nafsu dan keinginan daging kita, ia menyerahkan segala pikiran dan perbuatannya untuk menjadi seturut dengan kehendak Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Apakah dalam doa kita menyatakan ketidak-berdayaan diri kita?

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Karena itu Yohanes 3:30 katakan, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” sehingga rancangan damai sejahtera Tuhan yang terjadi dalam hidup kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

7 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

5 days ago