Seri Penyembuhan

Seri Penyembuhan (Bagian 9) – Reaksi Kita Saat Mendapat Kesembuhan (Bagian 1)

Masih dengan kisah orang yang lumpuh, mari kita perhatikan reaksi dari orang lumpuh tersebut saat ia mendapatkan kesembuhan.

“Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.”

Lukas 5:25

Reaksi dari orang lumpuh ini saat mendapat kesembuhan adalah ia memuliakan Allah.

“Pengaruh yang ditimbulkan atas orang banyak oleh penyembuhan orang lumpuh itu adalah surga seakan-akan telah terbuka dan menampakkan kemuliaan-kemuliaan dunia yang lebih baik itu. Pada saat orang yang telah disembuhkan itu berjalan melintasi orang banyak itu, memuji Allah pada setiap langkahnya, sambil membawa barang bawaannya yang seakan-akan beratnya seperti sehelai bulu, orang banyak mundur untuk memberi ruang baginya dan dengan wajah yang takjub memandang orang itu, mereka berbisik di antara sesama mereka, ‘Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.’ Lukas 5:25.”

The Ministry of Healing 78.1

Ucapan syukur tidak dapat menutupi mulutnya dan coba kita bayangkan berapa jauh rumah orang lumpuh yang dapat berjalan ini dengan lokasi di mana ia di sembuhkan. Apakah 1 km, 3 km atau berapa jauh?

Alkitab tidak menuliskan hal tersebut tetapi coba kita bayangkan. Jika jaraknya 1 km maka ada sekitar 2.000 langkah yang ia akan lalui untuk sampai ke rumahnya. Jadi jika ia “… memuji Allah pada setiap langkahnya …” (The Ministry of Healing 78.1), maka ada sekitar 2000 kali ia memuji Tuhan pada hari itu.

Sekarang mari kita bertanya pada diri kita sendiri, “Apakah saya sudah sama seperti orang lumpuh yang dapat berjalan itu? Apakah saya sudah memuji Tuhan setiap langkah kaki kita hari ini?” Jika belum marilah kita memuji Tuhan dalam setiap langkah kita.

Dan seperti orang lumpuh ini yang memuji Tuhan “… sambil membawa barang bawaannya yang seakan-akan beratnya seperti sehelai bulu …” (The Ministry of Healing 78.1), biarlah kita juga memuji Tuhan agar segala beban kita terasa ringan.

Pemazmur mencatat, “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.” (Mazmur 103:2-5)

Kiranya renungan kita pada hari ini boleh membuat kita untuk selalu memuji Tuhan dalam segala keadaan agar beban kita terasa ringan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 19 (Bagian 1) – Kuasa yang Mengubahkan Hidup

Ketika tiba di Efesus, Paulus bertemu dengan beberapa murid dan mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik:…

17 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 4) – Hati yang Mau Diajar

Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

6 days ago