Seri Otak adalah Ibukota Tubuh

Seri Kesehatan – Otak adalah Ibukota Tubuh (Bagian 5) – Excitotoxin (Minuman bersoda)

Pasti telinga kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya minuman bersoda bukan? Minuman ini sudah mulai beredar di dalam peradaban kita sejak tahun 1886. Menariknya, ide minuman ini muncul dari buah pikiran seorang apoteker yang bernama Dr. John Pemberton dan minuman ini dijual di apotek miliknya di Atlanta.

Menarik sekali bukan? Ternyata minuman bersoda ditemukan oleh seorang apoteker dan pertama kali dijual di toko obat bukan di warung atau minimarket seperti sekarang ini.

Faktanya minuman bersoda sudah lama menjadi kontroversi di tengah masyarakat, karena minuman ini diduga sebagai penyebab obesitas, mengingat jumlah gula yang sangat tinggi yang terkandung dalam minuman ini. Bagaimana tidak tinggi, di dalam satu kaleng ukuran sedang minuman bersoda merek **** saja terdapat sekitar 39 gram gula yaitu setara dengan 9⅓ sendok teh. Sementara batas maksimum asupan gula per hari menurut American Heart Association adalah 9 sendok teh untuk laki-laki dan 6 sendok teh untuk perempuan. Artinya dengan satu kaleng minuman bersoda saja anda sudah melampaui batas maksimal asupan gula per hari.

Hal ini tentu saja mendesak perusahaan untuk mengeluarkan varian baru yang tidak mengandung gula sama sekali. Lalu apa yang digunakan?

Ketimbang gula mereka menggunakan aspartam sebagai pemanisnya. Namun sayangnya aspartam ini termasuk ke dalam zat excitotoxin yang mana dapat merusak otak manusia.

Setiap hari setan selalu punya cara baru untuk membinasakan kita, seperti minuman bersoda diatas, setan seakan-akan memberikan solusi yang sebenarnya hanya akan menimbulkan masalah baru.

Namun kita tidak perlu takut akan tipuan setan sebab Tuhan sudah berkata bahwa “…Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang…” (Yesaya 42:16).

Percayalah bahwa Tuhan tidak akan membuat kita tersandung di dalam kegelapan yang setan kirim sebab Tuhan akan senantiasa menyinari jalan kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 7) – Taat kepada Penglihatan Surgawi

Setelah menceritakan panggilan yang diterimanya dari Yesus, Paulus menjelaskan bagaimana ia merespons panggilan tersebut. “Sebab…

16 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 6) – Dari Kegelapan kepada Terang

Setelah menjelaskan bahwa Tuhan memanggilnya menjadi pelayan dan saksi, Paulus diutus ke bangsa lain dengan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 5) – Kesaksian Paling Kuat

Setelah menegur Paulus dengan kata-kata, "Sukar bagimu menendang ke galah rangsang," Yesus tidak berhenti sampai…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 4) – Sukar Menendang ke Galah Rangsang

Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 3) – Mengapa Engkau Menganiaya Aku?

Di hadapan Raja Agripa, Paulus melanjutkan kesaksiannya tentang peristiwa yang mengubah seluruh hidupnya. Dalam perjalanan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

6 days ago