Seri Ketika Sedang Sakit

Ketika Sedang Sakit (Bagian 27) – Berserah pada Yesus

Shalom, selamat hari Sabat.

Beberapa Sabat ini kita sudah belajar mengenai hal-hal yang dapat kita lakukan ketika sedang sakit. Dalam setiap usaha yang kita lakukan tentu kita mengharapkan kesembuhan daripada Tuhan.

Ketika anda sudah berusaha sebaik-baiknya untuk memperoleh kesembuhan namun tidak kunjung sembuh. Jangan berhenti percaya. Ada kalanya kita memang harus melalui penderitaan penyakit. Namun itu bukan maksudnya Tuhan tidak mengasihi kita, tapi Tuhan tahu bahwa itulah yang terbaik bagi kita.

Kristus pun pernah merasakan penderitaan. Bukan berarti bahwa Bapa-Nya tidak mengasihi-Nya. Namun Kristus tahu bahwa kehendak Bapa-Nya adalah yang terbaik bagi diri-Nya. Kristus berkata “‘Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.'” (Lukas 22:42)

Saat Yesus disalib “Pada jam-jam mengerikan itu … Ia mengenal karakter Bapa-Nya; Ia mengerti keadilan-Nya, belas kasih-Nya, dan kasih-Nya yang besar. Dengan iman Ia bersandar di dalam-Nya yang mana itu selalu menjadi kesenangan-Nya untuk menurut.” (The Desire of Ages 756.3)

Kristus tahu anda sedang kesakitan. Kristus tahu anda sedang menderita. Namun maukah anda tetap terus percaya pada-Nya? Percaya pada keadilan-Nya, pengasihan-Nya, dan kasih-Nya bagi anda?

“Biarlah hati dan pikiranmu beristirahat seperti layaknya seorang anak yang kelelahan pada lengan ibunya. Tangan-Nya yang kekal berada di bawahmu. Dalam segala penderitaanmu Yesus juga ikut menderita….“

Mind, Character, and Personality, Vol. 2, 513.1

Janganlah memikul beban itu sendiri karena engkau sesungguhnya dapat beristirahat pada lengan Yesus. Janganlah merasa takut sebab kematian sekalipun tidak dapat memisahkan kita dari kasih Yesus.

Biarlah seri renungan ini dapat menjadi berkat dan pengharapan dalam kehidupan kita.

Selamat hari Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 6) – Kesabaran dan Kemurahan Allah

“Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda…

17 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 5) – Siapakah Kita untuk Membantah Allah?

“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

4 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

5 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

6 days ago