Seri Sepuluh Hukum

Seri Sepuluh Hukum (Bagian 4) – Hukum Pertama

Shalom, selamat Sabat, adik-adik!

Nah, adik-adik kita sekarang sudah memahami bukan mengenai hukum dan juga mengapa kita harus menuruti hukum Tuhan. Kali ini kakak mau tanya siapa yang tahu bunyi dari hukum pertama?

Hukum pertama berbunyi, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Keluaran 20:3)

Kira-kira apa ya maksud dari hukum yang pertama ini?

Jika begitu, pernahkah adik-adik sayang kepada suatu benda melebihi sayang kepada Tuhan? Sebagai contoh adik-adik lebih suka main handphone saat acara ibadah. Apakah adik-adik pernah melakukannya? Jika ya, berarti artinya adik-adik harus mulai bertanya apakah kita benar-benar sayang pada Tuhan atau tidak? Atau jangan-jangan kita menjadikan handphone sebagai allah lain?

Contoh lain lagi, jika adik-adik menyayangi sesama manusia melebihi Tuhan kita juga melanggar hukum yang pertama. Misalnya kita menghabiskan waktu untuk bermain dengan kakak kita dan lebih suka bermain dengan kakak daripada berdoa dan membaca Alkitab, maka itupun bisa kita lebih mengasihi kakak kita daripada Tuhan. Itu juga melanggar hukum yang pertama, seperti ada allah lain yang lebih kita kasihi.

Jadi marilah kita mengasihi Tuhan, karena kemarin kita telah belajar  Yesus sendiri berkata di dalam Matius 22:37-38, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.”

Sekarang kita sudah paham ya adik-adik. Bahwa kalau kita mengasihi Tuhan maka kita akan suka berdoa, membaca Alkitab, beribadah, suka menuruti perintah Tuhan, suka untuk menjadi anak baik seperti karakter Yesus.

Jika semua itu kita telah lakukan, maka kita sudah menuruti hukum yang pertama yaitu tidak ada Allah lain di hidup kita.

Inilah renungan kita pada hari ini. Selamat Sabat dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 4) – Bermegah dalam Pengharapan

Setelah mengatakan bahwa melalui Kristus kita memperoleh jalan masuk kepada kasih karunia, Paulus melanjutkan dalam…

8 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 3) – Jalan Masuk kepada Kasih Karunia

Setelah menjelaskan bahwa kita memiliki damai dengan Allah melalui Yesus Kristus, Paulus melanjutkan dalam Roma…

1 day ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 2) – Damai dengan Allah

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kita dibenarkan karena iman. Sekarang Paulus melanjutkan dengan menunjukkan…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 1) – Dibenarkan karena Iman

Setelah menjelaskan tentang iman Abraham dalam Roma 4, Paulus melanjutkan dengan sebuah kesimpulan penting dalam…

3 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

4 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 5) – Iman yang Diperhitungkan sebagai Kebenaran

Pengalaman Abraham bukan hanya untuk dikenang sebagai kisah masa lalu. Apa yang terjadi pada Abraham…

5 days ago