Renungan

Virus Corona Part 9 – Sistem Kekebalan Tubuh dan Udara yang Bersih

Udara adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Berapa lamakah seseorang dapat tahan tanpa udara? Hanya hitungan jam bahkan menit saja, maka orang itu akan mati.

Udara yang bersih merupakan pemberian Allah. Udara yang bersih dapat memperkuat imunitas dengan cara memberikan oksigen yang cukup pada darah sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan dengan baik. Udara yang bersih membuat tubuh kita berperang hanya melawan patogen (termasuk COVID-19) saja. Mari kita bayangkan, jika udara kotor maka tubuh bukan saja berperang melawan patogen tetapi berperang juga untuk mengeluarkan sampah-sampah yang terhirup dari udara kotor, sehingga tubuh akan sibuk di sana dan di sini (tidak fokus). Hal itu akan melemahkan sistem kekebalan tubuh kita sendiri.

“Paru-paru senantiasa membuang kotoran, makanya perlu tetap diisi dengan udara segar. Udara kotor tidak memberikan oksigen yang diperlukan, dan darah masuk ke otak dan organ-organ lainnya….”

Membina Keluarga Sehat 247.1

“… [jika] kekurangan suplai oksigen yang diterima, darah mengalir dengan berat. Bahan-bahan sampah yang beracun, yang seharusnya dibuang pada waktu mengeluarkan nafas dari paru, tertinggal sehingga darah menjadi tercemar. Bukan hanya paru- paru yang tercemar, tetapi juga lambung, hati dan otak semuanya terpengaruh. Kulit menjadi pucat, pencernaan terganggu; jantung tertekan; otak jadi gelap; pikiran bingung; semangat memudar; seluruh tubuh jadi tertekan dan tidak aktif, dan tentu saja terbuka bagi serangan penyakit.”

Membina Keluarga Sehat 246.4

“Untuk memperoleh darah yang berkualitas tinggi maka kita harus bernapas dengan baik. Menghirup udara bersih dalam-dalam yang memenuhi kedua paru-paru dengan oksigen akan membersihkan darah.” 

Membina Keluarga Sehat 246.2

Tubuh memerlukan oksigen untuk banyak proses kegiatan organ tubuh. Sementara kita menghadapi udara kotor yang bahkan sudah bercampur dengan virus corona. Bagaimana kita dapat terhindar dari virus itu sementara kita tidak dapat melihat mereka di udara? Hindarilah kondisi udara yang kotor tersebut dan percayalah bahwa Tuhan akan menambahkan kesehatan itu pada kita.

Kita sering mendengar bahwa “Doa adalah nafas jiwa” dan seperti kita membutuhkan udara yang bersih setiap saat, maka penting untuk kita selalu berdoa. Itulah sebabnya kita dinasihati, “Tetaplah berdoa.” (1 Tesalonika 5:17)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

6 days ago