Renungan

Tuhan Tidak Melihat Jumlah

Dicatat di dalam Markus 12 bahwa ada banyak orang menaruh kepingan uang ke dalam peti persembahan dan banyak orang kaya yang menaruh kepingan uang dengan jumlah yang banyak.

Bagaimana dengan janda miskin ini? Janda ini memberi dua peser (lepton), yaitu satu duit (kondrates).

Mana yang menaruh lebih banyak di peti?

Tentu saja yang kerumunan orang banyak dan orang kaya, bukan? Tetapi perhatikan kata Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Markus 12:43-44)

Pemberian janda ini adalah buah dari penyangkalan diri yang merupakan bau-bauan yang harum di hadapan Allah.

Jumlah yang kecil jika diberikan dengan senang hati sebagai hasil penyangkalan diri LEBIH BERNILAI bagi Tuhan daripada persembahan mereka yang jumlahnya banyak, tetapi dari kelimpahannya dan tidak merasa kekurangan.

Nilainya diukur bukan dengan nilai koinnya, tetapi dengan kemurnian motifnya untuk berkorban.

Ingat ayat diatas bahwa janda ini memberikan dari segala yang dipunyainya, mempercayakan pemeliharaan Tuhan untuk masa depan yang tak menentu.

Dari kisah ini kita belajar kemurahan hati dan penyangkalan diri. Itulah yang lebih berharga di mata Tuhan. Itulah bau-bauan yang harum…

“…Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”

Lukas 9:23

Maukah kita belajar untuk menjadi pribadi yang murah hati dan penuh dengan penyangkalan diri? Jawablah pada diri Anda masing-masing.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 4) – Hati yang Mau Diajar

Di bagian akhir Kisah Para Rasul 18, Alkitab memperkenalkan seorang bernama Apolos. Ia adalah orang…

54 minutes ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 3) – Ketika Tuhan Menggagalkan Rencana Manusia

Ketika pelayanan Paulus di Korintus semakin berkembang, orang-orang Yahudi yang menolak Injil mulai melawan Paulus.…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

5 days ago