Renungan

Transformasi Seorang Penulis

Shalom, selamat Sabat!

Banyak orang tidak hanya mengidolakan artis-artis pemain film, atlet pemenang olimpiade, tetapi juga penulis novel terkenal seperti JK Rowling penulis Harry Potter, Arthur Conan Doyle penulis Sherlock Holmes, dan lainnya.

Penggemar berat mereka akan mengoleksi semua judul-judul novel, cerita, buku yang ditulis oleh idola mereka itu. Mereka rela mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit demi memiliki buku-buku itu.

Namun tahukah Anda, pada waktu yang silam hiduplah seorang penulis yang sangat dibenci oleh bangsanya sendiri, yaitu Matius, seorang pemungut cukai/pajak yang sedang duduk di kursinya, menulis catatan pajak setiap orang Yahudi.

Matius, dan pemungut cukai lainnya sangat dibenci karena pajak yang dibebankan kepada orang sebangsanya sendiri. “Pemungut cukai ini bukan saja menjadi alat penindasan Roma, tetapi mereka juga mencari keuntungan diri sendiri dengan menggaruk harta orang banyak. Seorang Yahudi yang menerima pekerjaan ini di bawah pengawasan bangsa Roma dianggap sebagai seorang pengkhianat bangsanya Ia dihina sebagai seorang yang telah murtad dan digolongkan dengan orang yang terjahat dalam masyarakat.” (The Desire of Ages 272.1)

Pada suatu hari, sementara Matius duduk di kursi pemungut cukai, datanglah Yesus kepadanya. Dipenuhi dengan rasa heran, Matius mendengar Yesus berkata, “Ikutlah Aku,” Dan tanpa keragu-raguan sedikitpun, Matius beranjak dari kursinya, meninggalkan pekerjaannya dan mengikut Yesus. Matius tidak memikirkan “pekerjaannya yang akan diganti dengan kemiskinan dan kesukaran.” (The Desire of Ages 273.2)

Sejak itu, dari seorang penulis pajak yang sangat dibenci, ia menjadi seorang penulis kitab Injil Matius. Sungguh transformasi yang luar biasa!

Setiap dari kita adalah penulis buku kehidupan kita masing-masing. Setiap hal yang kita perbuat bagaikan goresan yang tercatat pada tiap buku lembar kehidupan.

Biarlah kita menggoreskan catatan yang baik dan benar sehingga orang “… melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

23 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

6 days ago